Masriadi Sambo Mendorong Netizen Bijak Berkomentar di Media Sosial

  • 06 Okt 2026 12:25 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe-Siaran langsung program "Literasi Digital" mengangkat topik penting mengenai etika berkomentar di media sosial. Mengusung pesan 'Satu Komen Jahat Bisa Melukai. Jadilah Netizen Bijak, Bukan Buas', diskusi ini menyoroti maraknya fenomena cyberbullying. Acara ini menghadirkan Masriadi Sambo, akademisi ilmu komunikasi untuk mengupas akar permasalahan tersebut. Dialog interaktif ini bertujuan memberikan pemahaman mendalam bagi masyarakat digital. Ruang edukasi seperti ini makin krusial di tengah pesatnya dinamika interaksi internet saat ini.

Dalam perbincangan tersebut, terungkap bahwa kemudahan mengetik di kolom komentar sering kali menghilangkan rasa empati para pengguna media sosial. Penggunaan akun anonim dan rasa aman di balik layar gawai menjadi pemicu utama maraknya ujaran kebencian. Banyak orang tidak menyadari bahwa satu kalimat negatif yang mereka kirimkan dapat merusak mental serta masa depan penerimanya. Fenomena merujak massal kini menjadi kebiasaan buruk yang merusak iklim komunikasi publik. Oleh karena itu, kesadaran akan dampak serius dari ketikan jempol perlu terus ditumbuhkan.

Narasumber menegaskan bahwa edukasi literasi digital tidak boleh berhenti pada kemampuan operasional perangkat teknologi semata. Pemahaman tentang etika, etiket digital, dan tanggung jawab hukum menjadi fondasi utama yang harus dimiliki setiap warga net. Perbedaan pendapat dalam ruang publik merupakan hal yang wajar, namun harus disampaikan secara santun tanpa melukai. Pembentukan karakter digital yang bijak memerlukan keterlibatan aktif dari lembaga pendidikan, keluarga, dan media massa. Sinergi semua pihak sangat dibutuhkan agar ekosistem digital Indonesia menjadi lebih sehat.

Masyarakat imbau untuk selalu menerapkan prinsip berpikir kritis serta saring sebelum membagikan atau merespons suatu konten. Sebelum menekan tombol kirim, pengguna internet diharapkan mempertimbangkan kembali perasaan orang lain yang membaca komentar tersebut. Mengontrol emosi dan tidak ikut-ikutan melakukan serangan verbal adalah bentuk kedewasaan dalam bermedia sosial. Budaya saling menghargai di dunia maya akan menciptakan suasana komunikasi yang aman dan kondusif. Langkah kecil dari diri sendiri akan membawa perubahan besar bagi peradaban digital kita.

Program yang disiarkan oleh RRI Lhokseumawe ini menjadi bukti komitmen media publik dalam mengedukasi masyarakat secara berkelanjutan. Melalui pencerahan yang disampaikan, diharapkan para pendengar dan penonton dapat menjadi netizen yang lebih bijaksana. Media sosial seharusnya dimanfaatkan untuk mempererat silaturahmi, berbagi informasi positif, serta membangun karya yang bermanfaat. Mari kita tinggalkan perilaku buas di kolom komentar dan beralih menjadi pengguna internet yang santun. Bersama-sama kita wujudkan dunia digital Indonesia yang aman, ramah, dan menginspirasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....