Taushiyah di Al Hikmah Cunda, Tgk. H. Muhammad Nasir Sampaikan Kisah Ibrahim bin Adham

  • 06 Okt 2026 09:50 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe – Taushiyah Subuh S2B di Masjid Al Hikmah, Cunda, Kota Lhokseumawe, Selasa 6 oktober2026, diisi oleh Tgk. H. Muhammad Nasir dari Batuphat Barat. Dalam taushiyahnya, ia menyampaikan kisah Ibrahim bin Adham dan seorang budaknya sebagai pelajaran tentang hakikat penghambaan seorang manusia kepada Allah SWT.

Tgk. H. Muhammad Nasir menceritakan, Ibrahim bin Adham yang dikenal sebagai seorang ulama besar dan sebelumnya merupakan raja di Balkh, pernah membeli seorang budak. Sebelum mempekerjakannya, Ibrahim bin Adham bertanya mengenai nama, pekerjaan, pakaian, makanan, hingga keinginan budak tersebut.

Namun, setiap pertanyaan dijawab dengan penuh ketundukan. Sang budak mengatakan bahwa nama, pekerjaan, pakaian, dan makanan yang ia miliki semuanya mengikuti apa yang diberikan atau diperintahkan oleh tuannya.

Ketika ditanya mengenai apa yang diinginkannya dalam kehidupan, budak tersebut justru menangis dan mengatakan bahwa sebagai seorang budak, ia tidak memiliki hak untuk menentukan keinginannya. Baginya, semua keinginan adalah mengikuti keinginan tuannya.

Mendengar jawaban tersebut, Ibrahim bin Adham terdiam dan kemudian menangis. Ia merasa tersentuh karena seorang budak dapat menunjukkan penghambaan yang begitu total kepada manusia yang menjadi tuannya.

Menurut Tgk. H. Muhammad Nasir, kisah tersebut menjadi teguran bagi setiap manusia agar melihat kembali sejauh mana ketundukan dan penghambaan dirinya kepada Allah SWT sebagai Tuhan Yang Maha Esa.

“Seorang budak saja begitu total menghambakan diri kepada tuannya yang juga manusia. Lantas bagaimana dengan penghambaanmu kepada Allah, Tuhan semesta alam?” demikian inti renungan Ibrahim bin Adham yang disampaikan dalam taushiyah tersebut.

Ia menjelaskan, seorang hamba yang benar-benar menyerahkan dirinya kepada Allah akan berusaha menerima setiap ketentuan-Nya dengan penuh keridhaan. Ketika mendapatkan nikmat, ia bersyukur, sedangkan ketika menghadapi ujian dan kesulitan, ia bersabar.

Tgk. H. Muhammad Nasir mengajak jamaah untuk menjadikan kisah tersebut sebagai bahan introspeksi dalam menjalani kehidupan. Penghambaan kepada Allah bukan hanya diwujudkan melalui ibadah, tetapi juga dengan menerima ketentuan-Nya, menaati perintah-Nya, serta berserah diri kepada-Nya.

Taushiyah tersebut ditutup dengan pesan agar umat Islam senantiasa berusaha menjadi hamba Allah yang sejati, yang selalu bersyukur ketika memperoleh nikmat, bersabar ketika diuji, dan ridha terhadap ketetapan Allah SWT.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....