Wabup Tarmizi Panyang Desak Percepatan Pembangunan Infrastruktur di Sawang
- 06 Okt 2026 08:23 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara — Pemerintah Kabupaten Aceh Utara menyampaikan apresiasi tinggi atas kunjungan kerja Wakil Gubernur Aceh, H. Fadhlullah (Dek Fadh), yang meninjau langsung kondisi pascabencana di Kecamatan Sawang, Senin 5 Oktober 2026.
Wakil Bupati Aceh Utara, Tarmizi Panyang, menyatakan bahwa kehadiran Wagub menjadi momentum penting untuk menyampaikan kondisi riil di lapangan serta mendesak percepatan perbaikan infrastruktur vital yang hingga kini masih melumpuhkan aktivitas warga.
"Pertama, tentunya kita mengucapkan terima kasih kepada Wakil Gubernur yang bersahaja hadir langsung ke Sawang untuk meninjau kondisi pascabencana. Beliau sudah melihat langsung ruas jalan Krueng Mane, Sawang, hingga Riseh Teungoh yang sampai hari ini akses jalannya masih terputus," kata Tarmizi Panyang.
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Tarmizi Panyang didampingi Kadis PUPR Aceh Utara Jafar, menyampaikan sejumlah poin penting dan harapan kepada Pemerintah Provinsi Aceh serta Pemerintah Pusat, diantaranya pembangunan jalan ruas Krueng Mane, Sawang batas Bireuen yang tahun ini dialokasikan senilai Rp21 miliar .
“Jalan tersebut sebelumnya dikerjakan oleh PT Krueng Meuh dapat terus berlanjut pada anggaran tahun 2027. Sebab, ruas jalan ini sudah menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Aceh. “jelas Tarmizi Panyang.
Selain itu, wakil Bupati juga mendesak penanganan ruas jalan Sawang – Riseh Tunong hingga Dusun Cot Calang sepanjang 9 km dengan kerusakan sekitar 5 km serta longsor di Desa Lhok Cut, Kubu dan Blang Cut perlu mendapat perhatian khusus dari pusat, agar akses warga kembali terhubung.
“Kita Juga harapkan perhatian khusus untuk penanganan 11 jembatan yang putus dan rusak serta hanyut dibawa arus air bencana banjir akhir tahun 2025, Saat ini, warga di sejumlah wilayah terpaksa mengandalkan jembatan darurat dari kayu yang kerap hanyut saat debit air sungai naik.”pintanya
Lanjutnya, sambil menunggu jembatan permanen dari pusat, pemasangan jembatan Bailey darurat bisa segera rampung agar tidak ada lagi area yang terisolir, sedangkan untuk penyeberangan Lhok Kuyuen dan Lhok Gajah perbatasan Aceh Utara dan Bireuen, agar dibangun jembatan Rangka Baja permanen, mengingat pentingnya akses penghubung antar-kabupaten tersebut.
“Selain jembatan dan jalan, penguatan tebing sungai/pengendalian banjir (DI Jamuan) juga diminta untuk dilanjutkan pada anggaran 2027 guna menyelamatkan fasilitas publik seperti bangunan SMA dari ancaman tergerus air sungai.
Wabup juga menyoroti sektor pertanian di Kecamatan Sawang hingga Muara Batu yang hingga kini belum bisa difungsikan secara optimal akibat rusaknya jaringan irigasi.
"Kondisi Aceh Utara, khususnya Kecamatan Sawang, sangat membutuhkan perhatian penuh dan sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Pusat agar seluruh infrastruktur vital ini bisa tuntas dikerjakan," pungkas Tarmizi Panyang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....