Aksi Pengabdian Masyarakat Sebagai Wadah Menumbuhkan Kepedulian dan Keberanian
- 06 Okt 2026 08:28 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Cut Asyifa Ramadhani, anggota Divisi Pengabdian UKM Creative Minority Universitas Malikussaleh, membagikan pengalamannya mengenai pentingnya terjun langsung ke tengah masyarakat.
Menurutnya, kegiatan pengabdian sosial merupakan sarana paling ampuh bagi mahasiswa untuk melatih empati sekaligus mengikis rasa canggung saat berinteraksi dengan warga. Dalam siaran Obrolan Komunitas Pro 1 RRI Lhokseumawe, ia menceritakan berbagai keharuan dan pembelajaran berharga selama menjalankan program lapangan.
Bagi Syifa, sebagian besar mahasiswa awal sering kali merasa cemas sebelum turun ke desa-desa binaan. Perasaan khawatir tidak diterima oleh warga atau takut program kerja yang dirancang tidak berjalan sesuai rencana menjadi beban tersendiri. Namun, ketika mahasiswa memberanikan diri menyapa warga dan mendengarkan aspirasi mereka secara langsung, seluruh rasa cemas tersebut berganti menjadi semangat kebersamaan.
Ia mengungkapkan bahwa Divisi Pengabdian selalu berupaya merancang kegiatan yang relevan dengan kebutuhan riil masyarakat desa. Mulai dari edukasi lingkungan, pemberdayaan anak-anak, hingga pelatihan keterampilan sederhana dilakukan dengan pendekatan yang hangat dan komunikatif. Interaksi yang tulus ini terbukti mampu mencairkan suasana serta membangun hubungan kekeluargaan yang erat antara mahasiswa dan warga lokal.
"Turun langsung mengabdi ke masyarakat mengajarkan kita bahwa rasa cemas akan hilang saat kita fokus memberi kebaikan dan hadir secara tulus untuk sesama", tambahnya.Senin 5 Oktober 2026.
Melalui aksi sosial di lapangan, mahasiswa belajar adaptasi secara cepat terhadap kondisi lingkungan yang serba terbatas. Keterampilan pemecahan masalah secara spontan terasah ketika rencana awal menghadapi kendala teknis di lapangan. Pengalaman praktis ini mengajarkan mahasiswa untuk tidak mudah menyerah dan selalu fokus pada solusi terbaik bagi kepentingan bersama.
Mengakhiri pernyataannya, Syifa mengajak seluruh generasi muda untuk lebih sering melihat ke luar kampus dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Mengabdi bukan tentang seberapa besar bantuan materi yang diberikan, melainkan tentang ketulusan hati dan keberanian untuk hadir membawa manfaat. Keberanian melangkah ke tengah masyarakat akan membentuk karakter mahasiswa yang rendah hati, berjiwa sosial, dan tangguh.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....