Bijak Bermedia Sosial untuk Menjaga Kehormatan Keluarga

  • 05 Okt 2026 16:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Perkembangan media sosial dan teknologi digital membawa banyak manfaat dalam kehidupan sehari-hari. Namun, penggunaan yang tidak bijak juga dapat memengaruhi keharmonisan keluarga, hubungan sosial, hingga cara seseorang menjaga kehormatan diri dan keluarganya.

Teknologi dan media sosial pada dasarnya dapat memberikan manfaat apabila digunakan secara tepat. Salah seorang tokoh agama di Kota Lhokseumawe, Ustadz Muhadar mengatakan, bahwa media sosial juga dapat menjadi sarana memperoleh informasi, memperluas silaturahmi, serta menyampaikan pesan-pesan positif dan dakwah.

“Teknologi dan media sosial bisa menjadi keberuntungan dan memberikan pencerahan apabila dimanfaatkan dengan baik. Tetapi jika disalahgunakan, dampaknya dapat merusak keharmonisan keluarga dan kehidupan sosial,” ujar Ustadz Muhadar kepada RRI, Senin (5/10/2026).

Menurutnya, salah satu persoalan yang perlu diwaspadai adalah penggunaan media sosial tanpa mempertimbangkan nilai agama dan etika. Kebiasaan menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya, membuka aib orang lain, melakukan ghibah, menyampaikan fitnah, ujaran kebencian, hingga perundungan dapat menimbulkan konflik dan merusak hubungan antarsesama.

Ia mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip kehati-hatian dalam menerima maupun menyebarkan informasi. Nilai tersebut sejalan dengan pesan Al-Qur'an dalam Surah Al-Isra ayat 36 tentang larangan mengikuti sesuatu yang tidak diketahui kebenarannya.

Selain persoalan konten, Ustadz Muhadar juga menyoroti penggunaan gawai secara berlebihan. Kecanduan terhadap perangkat digital dapat membuat seseorang kehilangan waktu berkualitas bersama keluarga dan mengabaikan tanggung jawab terhadap pasangan maupun anak.

“Jangan sampai handphone justru mengambil perhatian kita dari keluarga. Waktu bersama pasangan dan anak harus tetap dijaga, begitu juga kewajiban kita dalam beribadah,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar tidak menjadikan media sosial sebagai ukuran utama kebahagiaan. Kebiasaan menampilkan kehidupan pribadi, pencapaian, maupun berbagai kenikmatan secara berlebihan di ruang publik digital perlu disikapi dengan bijak karena dapat menimbulkan dampak sosial yang tidak diinginkan.

Menurutnya, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan digital yang sehat. Orang tua perlu memberikan contoh dalam menggunakan media sosial secara santun, bertanggung jawab, dan tidak berlebihan.

Ditekankan juga pentingnya literasi digital dan prinsip tabayyun, yaitu memeriksa serta memastikan kebenaran suatu informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.

Dengan penggunaan yang bijak dan berlandaskan nilai agama serta etika, media sosial diharapkan dapat menjadi sarana mempererat silaturahmi, memperkuat ukhuwah, dan menyebarkan pesan positif, bukan menjadi sumber konflik yang mengganggu keharmonisan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....