Ustaz Saifuddin Abbas Ajak Jamaah Bersyukur atas Nikmat Iman dan Islam

  • 05 Okt 2026 09:12 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe– Umat Islam diwajibkan senantiasa bersyukur atas nikmat iman dan Islam yang telah diberikan Allah SWT. Rasa syukur tersebut harus diwujudkan dengan menjaga keimanan, memperkuat ketakwaan, serta tetap teguh dalam menjalankan ajaran agama meskipun menghadapi berbagai ujian.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Saifuddin Abbas, MA., dalam halaqah subuh di Masjid Baiturrahman, Kota Lhokseumawe, Senin, 5 Oktober 2026. Dalam tausyiahnya, ia mengingatkan jamaah agar tidak mudah mengeluh ketika menghadapi kesulitan dalam menjalankan agama.

Ustaz Saifuddin mengutip hadis tentang sahabat Rasulullah SAW, Khabbab bin Al-Aratt RA., yang datang mengadukan beratnya siksaan yang dialami kaum Muslimin kepada Rasulullah SAW. Saat itu Rasulullah sedang berbantalkan selendangnya di bawah naungan Ka'bah.

Khabbab bersama para sahabat meminta Rasulullah SAW agar memohon pertolongan kepada Allah SWT karena beratnya siksaan yang mereka alami. Rasulullah kemudian duduk dengan wajah memerah dan mengingatkan mereka tentang beratnya ujian yang dialami umat terdahulu.

Rasulullah SAW menceritakan, ada orang-orang sebelum mereka yang digali lubang untuk kemudian dimasukkan ke dalamnya. Mereka bahkan disiksa dengan gergaji hingga tubuhnya terbelah serta disisir menggunakan sisir besi panas sampai dagingnya terkelupas dari tulang. Namun, ujian tersebut tidak membuat mereka berpaling dari agama.

Rasulullah SAW kemudian menegaskan bahwa agama Islam akan disempurnakan dan berjaya. Bahkan akan tiba suatu masa ketika seseorang dapat melakukan perjalanan dari Shan'a menuju Hadhramaut tanpa rasa takut kecuali kepada Allah SWT dan kekhawatiran terhadap serigala yang mengganggu kambingnya. Namun, Rasulullah mengingatkan para sahabat bahwa mereka ketika itu masih tergesa-gesa.

Hadis tersebut diriwayatkan Imam Al-Bukhari, di antaranya dalam hadis nomor 3612, 3852, dan 6943.

Menurut Ustaz Saifuddin, Khabbab bin Al-Aratt sendiri merupakan salah seorang sahabat yang mengalami penyiksaan sangat berat karena mempertahankan keimanannya. Ia disebut mengalami penyiksaan dengan bara api hingga lemak di punggungnya meleleh.

Dari kisah tersebut, Ustaz Saifuddin mengajak jamaah untuk memahami bahwa kehidupan beragama membutuhkan kesabaran dan keteguhan. Menurutnya, seorang Muslim tidak semestinya hanya meminta agar seluruh kesulitan dihilangkan, tetapi juga memohon kepada Allah SWT agar diberikan kekuatan untuk menghadapi setiap ujian.

Ia menegaskan, berbagai ujian yang dihadapi umat Islam saat ini belum sebanding dengan penderitaan yang dialami para sahabat dan umat terdahulu dalam mempertahankan iman. Karena itu, umat Islam hendaknya semakin bersyukur karena dapat menikmati nikmat iman dan Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Ustaz Saifuddin juga mengingatkan bahwa janji Rasulullah SAW mengenai kemenangan dan berkembangnya Islam telah terbukti. Islam terus berkembang hingga saat ini, sehingga umat Islam patut menjaga dan mensyukuri nikmat iman tersebut dengan memperkuat ibadah serta istiqamah dalam menjalankan ajaran Allah SWT.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....