Kesadaran Nasionalisme Harus Ditingkatkan Relevan dengan Zaman
- 02 Okt 2026 19:26 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe— Penguatan nilai-nilai kebangsaan bagi generasi muda menjadi fokus utama dalam membendung dampak negatif arus globalisasi dan keterbukaan informasi.
Upaya strategis ini dibahas dalam siaran Dialog Bincang Pagi bertajuk "Memperkuat Jiwa Nasionalisme Generasi Muda" yang disiarkan melalui kanal YouTube RRI Lhokseumawe Official pada Rabu, 30 September 2026 lalu.
Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Lhokseumawe, Zakaria, S.KM., M.Kes., menegaskan bahwa pembentukan karakter nasionalis harus dimulai dari pemahaman mendalam terhadap empat pilar kebangsaan dan penerapannya harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman.
Menurutnya, pemuda perlu membentengi diri agar tidak mudah terpengaruh oleh ideologi asing yang bertentangan dengan Pancasila dan budaya lokal. "Generasi muda merupakan fondasi utama keberlanjutan bangsa, sehingga penanaman jiwa nasionalisme dan wawasan kebangsaan harus dilakukan secara konsisten melalui berbagai platform edukatif," ujar Zakaria.
Sementara itu, akademisi sekaligus praktisi pendidikan, Faisal Gunawan, S.Pd., M.Pd., menyoroti pentingnya peran lembaga pendidikan dan keluarga dalam mengimplementasikan nilai-nilai nasionalisme secara praktis.
Ia menilai bahwa pendekatan pembelajaran masa kini tidak lagi sebatas teori di dalam kelas atau hanya melakukan upacara bendera rutin di sekolah, melainkan juga harus menyentuh ranah digital yang akrab dengan pemuda.
"Tantangan zaman terbesar saat ini adalah bagaimana mengemas rasa cinta tanah air agar tetap relevan serta menarik bagi generasi milenial dan Gen Z tanpa mengurangi esensi dari nilai-nilai perjuangan," kata Faisal Gunawan.
Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam ini Dinas Kesbangpol, bersama para stakeholder mengatakan berkomitmen untuk terus menghadirkan kesadaran nasionalisme pada pemuda.
Program-program kepemudaan yang inovatif akan terus digalakkan seperti mengadakan dialog kebangsaan di warung kopi, cafe, melakukan sosialisasi kebangsaan lewat media sosial, pagelaran seni dan sebagainya.
Langkah kolaboratif tersebut diharapkan dapat melahirkan generasi penerus yang cerdas secara intelektual serta memiliki loyalitas tinggi terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai penutup, seluruh elemen masyarakat diajak untuk saling bersinergi dalam menjaga kondusivitas daerah dan memperkokoh persatuan di tengah keberagaman. Penguatan rasa cinta tanah air dinilai menjadi kunci utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan serta berdaya saing tinggi.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....