Kenali 4 Jenis Transmisi Matik Mobil, AT hingga AMT
- 30 Sep 2026 19:09 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, LHokseumawe - Hampir semua mobil keluaran terbaru sudah dilengkapi pilihan transmisi otomatis atau matik. Namun, berbeda dengan sepeda motor, mobil memiliki beberapa jenis transmisi otomatis dengan karakteristik dan mekanisme kerja yang berbeda.
Menurut Kompas Otomotif, pemilik bengkel spesialis Worner Matic, Hermans Efendi Prabowo, menjelaskan bahwa terdapat beberapa jenis transmisi otomatis yang umum digunakan pada mobil di Indonesia, di antaranya Automatic Transmission (AT), Continuous Variable Transmission (CVT), Dual Clutch Transmission (DCT), dan Automated Manual Transmission (AMT).
“Pada dasarnya semua itu otomatis, cuma teknis kerja dan teknologinya saja yang membedakan,” kata Hermas, dikutip dari Kompas.com.
Berikut empat jenis transmisi matik yang umum ditemukan pada mobil:
1. AT (Hydraulic Automatic Transmission)
Transmisi matik konvensional atau AT menggunakan torque converter untuk mengubah tenaga mekanis dari mesin menjadi energi kinetis yang kemudian disalurkan ke driveshaft.
Menurut penjelasan Hermas kepada Kompas Otomotif, jenis transmisi ini termasuk yang paling umum digunakan pada mobil di Indonesia. Salah satu contohnya terdapat pada Toyota Avanza dan Daihatsu Xenia.
2. Continuous Variable Transmission (CVT)
Transmisi CVT bekerja dengan mengubah diameter sepasang puli, yaitu drive pulley dan driven pulley, sesuai dengan putaran mesin. Kedua puli tersebut dihubungkan menggunakan belt atau sabuk baja.
Dikutip dari Kompas.com, Hermas menjelaskan CVT memiliki keunggulan berupa perpindahan rasio yang lebih halus sehingga minim hentakan. Karena rasio transmisinya dapat berubah secara terus-menerus, CVT juga dapat menyesuaikan kerja mesin agar lebih optimal.
Karakteristik tersebut membuat transmisi CVT dikenal memiliki efisiensi bahan bakar yang baik. Jenis transmisi ini dapat ditemukan pada sejumlah mobil seperti Toyota Yaris, Honda Brio, dan Honda Jazz.
3. Dual Clutch Transmission (DCT)
DCT pada dasarnya merupakan transmisi manual yang mekanisme pengoperasian koplingnya dibuat secara otomatis. Karena itu, DCT kerap disebut sebagai transmisi manual yang diotomatiskan.
Menurut penjelasan Hermas yang dikutip Kompas Otomotif, DCT menggunakan dua kopling yang bekerja secara bergantian untuk mengatur kelompok gigi genap dan ganjil. Pengoperasian tersebut dikendalikan oleh sistem komputer.
“Sebenarnya semua jenis transmisi matik saat ini sudah diatur melalui sistem komputerisasi. Dengan demikian, tiap perpindahan gigi itu sudah ada ritmenya,” ujar Hermas kepada Kompas.com.
4. Automated Manual Transmission (AMT)
AMT merupakan perpaduan mekanisme transmisi manual dengan sistem pengoperasian otomatis. Pada jenis transmisi ini, proses pengoperasian kopling dan perpindahan gigi yang sebelumnya dilakukan secara manual dikendalikan secara otomatis melalui aktuator.
Menurut Kompas Otomotif, penggunaan AMT pada mobil tidak sebanyak jenis transmisi otomatis lainnya. Salah satu alasannya adalah karakter perpindahan gigi yang dapat terasa lebih menghentak bagi sebagian pengguna.
Salah satu mobil yang pernah menggunakan transmisi jenis ini adalah Suzuki Ignis.
Dengan demikian, meski sama-sama menggunakan sistem otomatis, setiap jenis transmisi memiliki mekanisme kerja dan karakteristik yang berbeda. Perbedaan tersebut turut memengaruhi kenyamanan berkendara, respons mobil, hingga efisiensi bahan bakar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....