FISIP Unimal Latih Kelompok Perempuan Uteun Gelinggang Produksi Kerupuk Kukuet
- 30 Sep 2026 18:47 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Malikussaleh (Unimal) memberikan pelatihan pengolahan kulit kerbau dan sapi menjadi kerupuk kukuet kepada kelompok perempuan di Gampong Uteun Gelinggang, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) FISIP Unimal yang bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi bahan baku lokal menjadi produk bernilai ekonomi.
Ketua Pelaksana PKM FISIP Unimal, Dr. Ibrahim Khalid, M.Si., mengatakan pendampingan kepada kelompok perempuan tersebut dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan sejak September hingga November 2026.
"Dalam pelatihan pembuatan kukuet ini, kelompok perempuan akan dilatih bagaimana memanfaatkan kulit kerbau dan sapi menjadi kerupuk kukuet. Saat ini, beberapa tahapan pelatihan sudah kita lalui dan telah dipraktikkan secara langsung," ujar Ibrahim kepada RRI, Rabu 30 September 2026.
Ibrahim menjelaskan, proses produksi kerupuk kukuet dilakukan melalui sejumlah tahapan. Kulit kerbau atau sapi terlebih dahulu digarami, kemudian dijemur untuk mengurangi kadar air. Setelah itu, bahan baku dibakar dan dipotong tipis. Tahap berikutnya adalah penggorengan pertama dan penggorengan akhir hingga menghasilkan kerupuk kukuet yang siap dikemas.
"Prosesnya dimulai dari penggaraman kulit, penjemuran, pembakaran, pemotongan tipis, penggorengan tahap pertama, kemudian penggorengan tahap akhir. Setelah seluruh proses selesai, produk nantinya akan dikemas," jelasnya.
Menurut Ibrahim, praktik langsung menjadi bagian penting dalam proses pendampingan. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai teknik produksi, tetapi juga mempraktikkan setiap tahapan agar mampu mengolah kerupuk kukuet secara mandiri.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pendampingan dapat dikembangkan menjadi usaha rumah tangga. Pemanfaatan kulit kerbau dan sapi sebagai bahan baku juga dinilai dapat meningkatkan nilai guna bahan yang tersedia di lingkungan masyarakat.
Keuchik Gampong Uteun Gelinggang, Yusuf Beransyah, menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Ia menilai pelatihan memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya kelompok perempuan, untuk memperoleh keterampilan yang dapat mendukung perekonomian keluarga.
"Kami sangat bersyukur ada kegiatan semacam ini karena dapat mendorong masyarakat menjadi lebih produktif dan menghasilkan uang untuk membantu perekonomian rumah tangga," ungkap Yusuf.
Ia berharap pendampingan dari FISIP Unimal dapat memberikan manfaat berkelanjutan sehingga kelompok perempuan mampu mengembangkan usaha berbasis potensi lokal dari lingkungan rumah tangga.

Sementara itu, Ibrahim menjelaskan kegiatan PKM tersebut didanai Universitas Malikussaleh melalui program Pengabdian kepada Masyarakat. Program tersebut menjadi bagian dari upaya perguruan tinggi menerapkan pengetahuan dan keterampilan secara langsung untuk mendukung pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendampingan hingga November 2026, FISIP Unimal berharap kelompok perempuan Gampong Uteun Gelinggang mampu memproduksi kerupuk kukuet secara mandiri dan mengembangkannya sebagai salah satu peluang usaha produktif untuk meningkatkan pendapatan keluarga.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....