Kantor dan Alat Berat PT Bumi Flora Dibakar Massa, Manajemen Minta Aparat Bertindak

  • 29 Sep 2026 18:05 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Timur — Sekelompok massa dilaporkan melakukan perusakan dan pembakaran terhadap sejumlah fasilitas penting milik perusahaan perkebunan PT Bumi Flora, Kabupaten Aceh Timur, pada Senin siang, 28 September 2026.

Berdasarkan data yang dihimpun, fasilitas yang dibakar meliputi bangunan kantor, gudang, perumahan karyawan, serta dua unit alat berat jenis excavator dan bulldozer, beserta satu unit klinik kesehatan. Selain itu, massa juga merusak fasilitas pagar dan pos keamanan (security).

Operational Manager PT Bumi Flora, Adi Santoso yang akrab disapa Adson saat dikonfirmasi RRI menyebutkan, dirinya sangat menyayangkan aksi anarkis tersebut, mengingat Pemerintah Kabupaten Aceh Timur sebenarnya telah menjadwalkan ruang penyelesaian atau mediasi publik terkait sengketa lahan yang rencananya akan dibuka pada tanggal 8 Oktober mendatang.

Namun, pihak manajemen mengungkapkan fakta mengejutkan berdasarkan pendataan di lapangan. Para pelaku yang melakukan aksi anarkis dan pembakaran tersebut diduga kuat bukan merupakan warga asli atau mayoritas masyarakat Aceh Timur.

"Setelah didata, ternyata yang melakukan aksi demo dan anarkis ini bukan mayoritas warga Aceh Timur. Ada yang berasal dari Langkat, Sumatera Utara, Aceh Tamiang, Aceh Utara, hingga Bireuen," jelas Adson Selasa, 29 September 2026.

Pihaknya menilai aksi ini sudah terorganisir dan mendesak jajaran Forkopimda, khususnya Bupati Aceh Timur, Kapolres, dan Dandim, untuk segera mengambil langkah hukum yang tegas serta melakukan razia di lokasi guna menertibkan pihak-pihak luar yang dikhawatirkan sengaja memicu keresahan dan kerusuhan di wilayah Aceh Timur.

"Kami tetap taat pada hukum dan menyerahkan prosesnya kepada pihak yang berwenang. Kami juga akan membuat laporan resmi terkait kejadian ini," tambahnya.

Manajemen PT Bumi Flora berharap persoalan sengketa lahan ini dapat segera diselesaikan secara bijaksana oleh pemerintah daerah agar tidak ada lagi eskalasi konflik yang berpotensi menimbulkan korban jiwa di kemudian hari.

"Saat ini, lokasi kejadian tengah berada dalam proses pengamanan dan evakuasi oleh pihak kepolisian bersama jajaran Kodim setempat, sementara total kerugian material masih dalam proses identifikasi lebih lanjut."terangnya.

Selain itu Adson juga mengimbau para pengusaha perkebunan kelapa sawit untuk bersama-sama menjaga agar persoalan sengketa lahan tidak diselesaikan melalui tindakan kekerasan.

"Kita dari perusahaan tetap membuka ruang komunikasi apabila terdapat pihak yang memiliki dokumen atau surat yang sah terkait dugaan lahan yang disengketakan tersebut."pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....