Taushiyah S2B: Sibuk Memperbaiki Aib Diri, Bukan Membicarakan Aib Orang Lain

  • 29 Sep 2026 10:40 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe – Umat Islam dianjurkan untuk lebih sibuk memperbaiki kekurangan dan aib diri sendiri daripada mencari serta membicarakan aib orang lain. Hal tersebut disampaikan Drs. Abu Asnawi Abdullah, MA, dalam taushiyah S2B di Masjid Alhikmah, Cunda, Kota Lhokseumawe, Selasa, 29 September 2026.

Abu Asnawi mengingatkan, setiap manusia memiliki kekurangan yang harus diperbaiki. Karena itu, seseorang hendaknya melakukan introspeksi diri dan tidak menjadikan kekurangan orang lain sebagai bahan pembicaraan.

Ia mengutip sabda Rasulullah SAW, “Beruntung orang yang sibuk dengan aibnya sendiri sehingga tidak sempat membicarakan aib orang lain.” Pesan tersebut menjadi pengingat agar umat Islam lebih fokus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas amal.

Menurut Abu Asnawi, salah satu cara untuk menjaga hati agar tetap lembut dan senantiasa mengingat Allah SWT adalah dengan memperbanyak menghadiri majelis ilmu.

Majelis ilmu, katanya, tidak hanya memberikan pengetahuan agama, tetapi juga menjadi tempat bertemu dengan orang-orang baik yang saling mengingatkan tentang kehidupan, kematian, dan kehidupan akhirat.

Ia juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan dan teman dalam kehidupan sehari-hari. Sebab, pergaulan dapat memberikan pengaruh terhadap sikap, perilaku, serta kondisi hati seseorang.

Dalam taushiyahnya, Abu Asnawi mengutip hadis Rasulullah SAW yang menggambarkan perumpamaan teman yang baik seperti penjual minyak wangi, sedangkan teman yang buruk seperti pandai besi.

Teman yang baik, sebagaimana hadis riwayat Bukhari dan Muslim tersebut, dapat memberikan manfaat, baik secara langsung maupun melalui kebaikan dan keteladanan yang terpancar darinya. Sebaliknya, pergaulan yang buruk dapat memberikan dampak negatif kepada seseorang.

Karena itu, Abu Asnawi mengajak jamaah S2B untuk senantiasa memperbanyak menghadiri majelis ilmu, menjaga pergaulan, serta lebih banyak melakukan introspeksi terhadap diri sendiri. Dengan demikian, kehidupan dapat diisi dengan amal kebaikan dan persiapan menuju kehidupan akhirat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....