Strategi SMSI Kawal Perubahan APBK Lhokseumawe 2026
- 28 Sep 2026 15:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Yuswardi Mustafa, S.Ag., M.Kom.I, menyoroti pentingnya strategi pengoptimalan Pendapatan Asli Daerah (PAD) serta pengelolaan anggaran yang cermat dalam menghadapi perubahan Anggaran Pendapatan Belanja Kota (APBK) Lhokseumawe tahun 2026. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog interaktif di Studio Pro 1, Senin, 28 September 2026.
Dalam diskusi tersebut, Yuswardi mengapresiasi sinergi yang terjalin baik antara pihak eksekutif di bawah kepemimpinan Pj. Walikota beserta tim anggaran dengan legislatif (DPRK dan Banggar). Berkat kerja sama tersebut, PAD Kota Lhokseumawe dinilai telah mengalami peningkatan signifikan hingga mencapai angka 83 miliar rupiah.
Kendati demikian, ia menekankan perlunya inovasi berkelanjutan dalam menggali sumber-sumber PAD baru. Salah satu contoh potensial yang disorot adalah sektor perhotelan, di mana objek pajak yang sebelumnya hanya dihitung berdasarkan bangunan lantai satu dapat diperluas seiring dengan penambahan fasilitas dan regulasi bangunan bertingkat.
Isu krusial lain yang turut dibahas adalah kepastian pembayaran honor Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) serta Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) ASN yang berjalan hingga 12 bulan. Menurut Yuswardi, kelancaran pembayaran hak pegawai ini menjadi motor penggerak utama yang menghidupkan kembali denyut perekonomian dan keramaian pasar di Kota Lhokseumawe.
Namun, ia juga mengingatkan agar pembiayaan P3K ke depan dapat dikoordinasikan dengan baik agar tidak menjadi beban berat bagi keuangan daerah, mengingat besarnya proporsi APBK yang tersedot untuk belanja pegawai. Ia berharap pemerintah pusat dapat mengambil alih pembiayaan P3K melalui APBN sehingga porsi anggaran daerah yang tersisa dapat lebih optimal dialokasikan untuk pembangunan fasilitas publik dan infrastruktur masyarakat.
Selain sektor birokrasi dan infrastruktur, Yuswardi juga menyoroti pentingnya memberikan perhatian serius kepada pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan atau event-event kerakyatan yang konsisten dinilai mampu menjaga gairah ekonomi kerakyatan agar tidak mengalami kejenuhan.
Melalui dialog di Studio Pro 1 ini, SMSI berharap pemerintah kota bersama legislatif terus konsisten mengawal efisiensi anggaran, mengoptimalkan potensi pendapatan baru, serta memastikan bahwa setiap kebijakan fiskal yang diambil benar-benar berorientasi pada kesejahteraan masyarakat luas dan kemajuan pembangunan Kota Lhokseumawe ke depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....