Bayi Tidur Menungging, Orang Tua Perlu Perhatikan Posisi Tidurnya

  • 28 Sep 2026 13:38 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pemandangan bayi yang tertidur pulas dengan posisi tubuh menungging seperti pada foto sering kali membuat orang tua gemas. Dengan kedua lutut menekuk, bokong terangkat, dan kepala menghadap ke samping, posisi tersebut sekilas tampak seperti gaya tidur yang nyaman bagi si kecil.

Foto bayi yang sedang terlelap dengan posisi tersebut juga dapat menjadi momen yang menarik untuk dibagikan di media sosial. Namun, di balik tingkah menggemaskan itu, posisi tidur bayi perlu tetap menjadi perhatian orang tua, terutama apabila bayi masih berusia di bawah satu tahun.

Secara umum, rekomendasi keselamatan tidur bayi dari American Academy of Pediatrics (AAP) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyarankan agar bayi selalu diletakkan telentang ketika mulai tidur, baik saat tidur malam maupun tidur siang. Bayi yang tidur telentang memiliki risiko kematian terkait tidur yang lebih rendah dibandingkan bayi yang diletakkan tengkurap atau menyamping.

Artinya, apabila bayi awalnya ditidurkan dalam posisi telentang kemudian, ketika sudah memiliki kemampuan bergerak, ia sendiri berguling dan akhirnya berada dalam posisi tengkurap atau menungging, situasinya berbeda. AAP menjelaskan bahwa bayi yang sudah mampu berguling dari telentang ke tengkurap dan kembali dari tengkurap ke telentang tidak perlu terus-menerus dibalikkan ke posisi telentang. Meski demikian, bayi tetap harus selalu dimulai dalam posisi telentang ketika ditidurkan.

Hal lain yang tidak kalah penting adalah tempat tidur. CDC merekomendasikan permukaan tidur bayi yang kokoh, datar dan tidak miring, seperti kasur pada tempat tidur bayi yang aman. Area tidur juga sebaiknya tidak dipenuhi bantal, selimut longgar, boneka, bumper atau benda lunak lainnya yang dapat menutupi wajah bayi.

Foto tersebut juga memperlihatkan bayi sedang berada di atas kasur orang dewasa. Untuk bayi, standar keselamatan tidur justru merekomendasikan adanya ruang tidur tersendiri, seperti boks atau bassinet yang memenuhi standar keselamatan. Berbagi kamar dengan orang tua dianjurkan, tetapi berbagi permukaan tempat tidur memiliki risiko tersendiri bagi bayi.

Posisi tengkurap sendiri bukan berarti selalu dilarang dalam setiap kondisi. Ketika bayi terjaga dan berada dalam pengawasan orang dewasa, aktivitas tengkurap atau tummy time justru dapat membantu perkembangan kemampuan motorik dan penguatan otot. AAP juga menyarankan tummy time ketika bayi terjaga, bukan sebagai posisi tidur.

Karena itu, orang tua tidak perlu panik hanya karena menemukan bayi sudah berubah posisi saat tidur. Yang lebih penting adalah memastikan bayi ditidurkan dengan posisi awal yang aman, menggunakan permukaan yang kokoh dan datar, serta memastikan tidak ada benda yang berpotensi menutupi hidung dan mulutnya. Jika bayi belum mampu berguling sendiri atau orang tua menemukan kondisi tidur yang berisiko, posisi tidur sebaiknya segera diperiksa dan diperbaiki.

Jadi, di balik foto bayi yang tidur menungging dan terlihat sangat menggemaskan, ada pesan penting bagi para orang tua: biarkan bayi menikmati tidurnya, tetapi jangan lupakan keselamatan. Posisi lucu boleh menjadi kenangan, tetapi lingkungan tidur yang aman tetap harus menjadi prioritas utama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....