Ekonomi Lhokseumawe Bertumpu pada Daya Beli Masyarakat
- 22 Sep 2026 13:58 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kota Lhokseumawe tengah menempatkan daya beli masyarakat sebagai poros utama penggerak perekonomian daerah. Hal ini menjadi inti dialog "Daya Beli Masyarakat Jadi Penggerak Ekonomi Kota Lhokseumawe" yang disiarkan langsung RRI Lhokseumawe, Selasa 22 September 2026. Menghadirkan dua narasumber, Ghufran Nuristan dari Bidang Koperasi dan UKM serta Ustadz Dr. H. Damanhur Abbas dari Masyarakat Ekonomi Syariah, diskusi menyoroti betapa krusialnya kemampuan warga berbelanja bagi pertumbuhan kota.
Konsumsi rumah tangga adalah penggerak terbesar roda ekonomi. Ketika masyarakat memiliki pendapatan yang layak dan harga kebutuhan terkendali, perputaran uang terjadi cepat dan merata, menghidupkan pasar, warung, serta ribuan usaha mikro di seluruh penjuru Lhokseumawe. Sebaliknya, bila daya beli melemah, omzet pedagang turun, produksi berkurang, dan lapangan kerja ikut terancam. Inilah mengapa menjaga kemampuan beli warga bukan sekadar urusan konsumsi, melainkan fondasi keberlangsungan ekonomi daerah.
Saat ini masih ada tekanan yang harus diatasi. Harga bahan pokok yang berfluktuasi dan cenderung tinggi membuat masyarakat lebih berhati-hati membelanjakan pendapatannya. Pengeluaran besar untuk kebutuhan dasar menyisakan ruang terbatas untuk membeli produk-produk UMKM lokal. Rantai ini memengaruhi pelaku usaha yang mengalami penurunan pembeli, sehingga pemerintah terus berupaya menstabilkan harga melalui pasar murah dan pengendalian inflasi agar beban rumah tangga lebih ringan.
Solusi tidak datang dari satu sisi saja, melainkan sinergi. Pemerintah memperkuat akses permodalan, pembinaan kualitas produk, serta perluasan pasar bagi pelaku usaha. Sementara itu, ekonomi syariah menawarkan pendekatan berkeadilan melalui permodalan tanpa riba, zakat, dan pemerataan kesejahteraan agar manfaat pertumbuhan menyebar ke semua lapisan. Kekuatan beli yang kokoh lahir dari pendapatan yang merata, bukan sekadar harga murah sesaat.
Langkah ke depan, seluruh elemen masyarakat dipanggil bersinergi: mencintai produk lokal, memperkuat usaha sendiri, dan mendukung kebijakan yang menyejahterakan. Daya beli yang kuat adalah cerminan kemakmuran bersama. Dengan ekonomi yang berputar sehat, adil, dan berkelanjutan, Lhokseumawe akan tumbuh kokoh, di mana setiap warga mampu berpartisipasi menikmati hasil pembangunan dan membawa kota ini ke arah masa depan yang lebih cerah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....