Aliansi Mahasiswa Unimal Demo Wali Kota Lhokseumawe

  • 21 Sep 2026 19:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI. CO. ID, Lhokseumawe - Gelombang protes kembali digaungkan oleh kalangan akademisi di Lhokseumawe. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Unimal menggelar aksi unjuk rasa di halaman Kantor Wali Kota Lhokseumawe pada Senin 21 September 2026.

Massa yang bergerak dari Lapangan Hiraq dengan membawa berbagai atribut spanduk kritik sosial ini menuntut ketegasan pemerintah daerah atas sejumlah persoalan krusial yang dinilai merugikan masyarakat.

Aksi sempat memanas karena Wali Kota Dr. Sayuti Abubakar tidak berada di tempat akibat sedang berdinas di Banda Aceh. Namun, situasi berhasil diredakan setelah Sekdako Lhokseumawe, A. Haris, turun langsung menemui massa, disusul komunikasi jarak jauh via panggilan video antara mahasiswa dan sang wali kota. Kedua belah pihak akhirnya menyepakati jadwal audiensi tatap muka pada Rabu (23/9/2026) mendatang.

Di hadapan jajaran pejabat Pemko Lhokseumawe, perwakilan mahasiswa membacakan enam poin petisi tajam yang menyoroti lambatnya penyelesaian hak-hak dasar dan transparansi publik. Adapun enam tuntutan tersebut meliputi:

  1. Evaluasi menyeluruh terhadap kinerja kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Lhokseumawe.
  2. Desakan keras agar pemerintah daerah segera membayarkan hak gaji Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang dinilai tertunda.
  3. Percepatan penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana.
  4. Perbaikan infrastruktur publik yang mendesak, seperti akses jembatan Loskala – Ujong Blang serta pemerataan lampu penerangan jalan.
  5. Desakan investigasi terbuka terhadap operasional seluruh dapur Program Makan Bergizi (MBG) di wilayah setempat.
  6. Tuntutan transparansi penuh dalam tata kelola keuangan daerah.

Usai mendengarkan penjelasan rinci dari pihak Sekdako terkait poin-poin tersebut, Koordinator Aksi, Hafizi, menegaskan bahwa massa akan kembali mendatangi kantor tersebut dalam dua hari ke depan untuk menagih komitmen dialog langsung dengan kepala daerah. Aksi demonstrasi ini akhirnya ditutup dengan pembubaran massa yang berlangsung tertib dan terkendali.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....