Tips Menghindari Penipuan Berkedok Belanja Online
- 21 Sep 2026 11:25 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Belanja online semakin menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari. Hanya dengan menggunakan telepon pintar, berbagai kebutuhan dapat dipesan tanpa harus datang langsung ke toko. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan meningkatnya risiko penipuan. Pelaku dapat memanfaatkan platform digital untuk menawarkan barang fiktif, membuat toko palsu, menyebarkan tautan berbahaya, hingga mengaku sebagai pihak dari marketplace atau jasa pengiriman. Karena itu, masyarakat perlu lebih berhati-hati sebelum melakukan transaksi secara daring. Jangan sampai keinginan mendapatkan barang dengan harga murah justru berujung pada kerugian.
Kenali Penjual Sebelum Membeli
Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memeriksa reputasi penjual. Perhatikan ulasan dan komentar dari pembeli sebelumnya, jumlah transaksi, serta lama akun tersebut beroperasi. Jangan hanya melihat jumlah pengikut atau tampilan toko yang terlihat profesional. Penipu juga dapat membuat akun dengan tampilan yang meyakinkan untuk menarik calon korban. Jika berbelanja melalui marketplace, sebaiknya lakukan seluruh proses transaksi melalui sistem yang disediakan platform tersebut.
Jangan Mudah Tergiur Harga Murah
Harga yang jauh lebih murah dibandingkan harga pasaran patut dicurigai. Pelaku penipuan sering menggunakan promo besar, diskon tidak masuk akal, atau penawaran dengan waktu terbatas untuk membuat calon korban segera melakukan pembayaran.
Sebelum membeli, bandingkan harga produk dengan beberapa penjual lain. Jika terdapat perbedaan harga yang sangat mencolok, lakukan pemeriksaan lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Waspadai Tautan yang Tidak Jelas
Modus lainnya adalah mengirimkan tautan melalui pesan singkat, WhatsApp, media sosial, atau email. Pelaku dapat mengaku sebagai penjual, petugas marketplace, maupun kurir. Tautan tersebut bisa mengarah ke situs palsu yang menyerupai layanan resmi. Karena itu, jangan sembarangan mengeklik tautan, terutama jika pesan tersebut meminta pengguna memasukkan username, password, data kartu, atau informasi perbankan. Jika membutuhkan layanan tertentu, buka aplikasi atau situs resminya secara langsung.
Jangan Berikan OTP dan PIN
Kode OTP, PIN, password, dan kode keamanan lainnya merupakan informasi pribadi yang tidak boleh diberikan kepada orang lain. Masyarakat perlu waspada jika ada pihak yang mengaku sebagai customer service, bank, penjual, atau kurir kemudian meminta kode tersebut dengan alasan verifikasi. Jika menerima permintaan semacam itu, hentikan komunikasi dan lakukan pengecekan melalui kanal resmi.
Pilih Pembayaran yang Aman
Gunakan metode pembayaran yang tersedia secara resmi di marketplace atau platform yang digunakan. Hindari melakukan pembayaran di luar sistem apabila penjual memaksa dengan alasan tertentu. Untuk transaksi langsung, pastikan identitas penjual dan rekening penerima telah diperiksa. Bukti pembayaran juga sebaiknya disimpan sampai transaksi benar-benar selesai.
Jangan Terburu-buru
Salah satu cara pelaku penipuan meyakinkan korban adalah dengan menciptakan rasa panik atau terburu-buru. Misalnya, calon pembeli diberi tahu bahwa promo akan segera berakhir atau barang hanya tersisa satu. Dalam kondisi seperti itu, jangan langsung melakukan pembayaran. Luangkan waktu untuk memeriksa toko, produk, metode pembayaran, dan informasi penjual.
Simpan Bukti Transaksi
Seluruh bukti transaksi sebaiknya disimpan, mulai dari tangkapan layar produk, profil toko, percakapan dengan penjual, bukti pembayaran, hingga nomor pesanan. Dokumen tersebut dapat menjadi bukti apabila terjadi perselisihan atau dugaan penipuan dan diperlukan untuk membuat laporan.
Segera Bertindak Jika Menjadi Korban
Jika sudah terlanjur melakukan pembayaran kepada pihak yang diduga penipu, segera hubungi bank atau penyedia layanan pembayaran untuk menanyakan langkah penanganan yang dapat dilakukan. Laporkan pula akun atau toko tersebut kepada platform tempat transaksi dilakukan. Jangan menghapus percakapan maupun bukti transaksi karena dapat diperlukan dalam proses pelaporan.
Belanja online pada dasarnya memberikan banyak kemudahan, tetapi keamanan tetap membutuhkan kewaspadaan dari setiap pengguna. Masyarakat perlu membiasakan diri memeriksa informasi sebelum melakukan transaksi dan tidak mudah tergoda penawaran yang terlalu bagus untuk menjadi kenyataan. Teliti sebelum membeli, gunakan kanal pembayaran yang aman, dan jangan pernah memberikan OTP, PIN, maupun password kepada siapa pun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....