Kemajuan Teknologi dan Tantangan Iman dalam Menjaga Generasi

  • 19 Sep 2026 05:19 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kemajuan teknologi di berbagai bidang telah membawa banyak kemudahan dalam kehidupan manusia. Namun, di balik manfaat tersebut muncul tantangan moral dan spiritual yang perlu diwaspadai. Arus informasi yang begitu cepat dapat memengaruhi cara berpikir, nilai, dan keyakinan seseorang. Karena itu, kemajuan teknologi perlu diimbangi dengan penguatan iman agar manusia tidak hanya semakin canggih dalam menggunakan teknologi, tetapi juga tetap memiliki arah dan tujuan hidup.

Ustad Abdurrahman Yusuf dalam khotbah Jum'at 18 September 2026 di masjid Baiturrahman kota Lhokseumawe, menyampaikan bahwa hal ini dapat dikaitkan dengan pesan Allah SWT dalam Surah An-Nisa ayat 9, yang mengingatkan manusia agar memiliki rasa takut dan perhatian terhadap masa depan generasi yang ditinggalkan dalam keadaan lemah. Pesan tersebut menjadi penting bagi orang tua dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk hadirnya kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Anak-anak perlu dibekali kemampuan menggunakan teknologi sekaligus pendidikan agama, akhlak, dan kemampuan berpikir kritis agar tidak mudah menerima setiap informasi sebagai sebuah kebenaran.

Salah satu tantangan yang perlu diperhatikan adalah munculnya berbagai pemahaman yang dapat menimbulkan kebingungan tentang nilai, keberadaan Sang Pencipta, hingga tujuan hidup. Ketika teknologi dan informasi digunakan tanpa pendampingan, anak dapat terpapar berbagai gagasan tanpa memiliki dasar yang cukup untuk menyaringnya. Karena itu, orang tua perlu membangun komunikasi yang terbuka, memantau aktivitas digital anak secara bijak, serta menghadirkan lingkungan keluarga yang menumbuhkan keimanan dan kecintaan kepada Allah SWT.

Peringatan tentang pentingnya menjaga keluarga juga dapat direnungkan melalui Surah At-Taubah ayat 14–15, yang menggambarkan pertolongan Allah dalam menghadapi berbagai ancaman serta menghilangkan kegelisahan dan kesedihan dari hati orang-orang beriman. Dalam konteks kehidupan keluarga, ayat tersebut dapat menjadi pengingat agar rumah tangga tidak hanya mengikuti setiap tren dunia, tetapi tetap menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman. Teknologi, termasuk AI, dapat dimanfaatkan sebagai sarana belajar dan kemajuan, namun keselamatan moral, keimanan, dan masa depan anak tetap membutuhkan perhatian serta pendampingan manusia, terutama dari orang tua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....