Dunia Bukan Tujuan Akhir Perjalanan Manusia

  • 18 Sep 2026 20:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID Lhokseumawe — Kajian ba’da Magrib di Masjid Jami Lancang Garam, Kota Lhokseumawe, mengingatkan umat Islam agar senantiasa mempersiapkan bekal untuk kehidupan akhirat dan tidak menjadikan dunia sebagai tujuan utama kehidupan.jum'at 18 september 2026.

Kajian tersebut disampaikan Ustadz Husni Al Lukman, S.H.I., yang mengangkat sejumlah nasihat dari para sahabat Nabi Muhammad SAW, termasuk pesan Abu Bakar Ash-Shiddiq kepada Umar bin Khattab agar senantiasa bertakwa kepada Allah SWT, termasuk ketika berada di malam hari.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Husni juga menyampaikan wasiat Umar bin Khattab agar seseorang tidak mudah mencela orang lain. Jika ingin mencela, hendaknya terlebih dahulu mencela atau mengoreksi diri sendiri.

Sebaliknya, ketika ingin memberikan pujian, umat Islam dianjurkan untuk memuji Allah SWT sebagai pemilik segala kelebihan dan kemuliaan. Pujian kepada manusia hendaknya tidak membuat seseorang lupa bahwa seluruh nikmat pada hakikatnya berasal dari Allah.

Menurutnya, keberhasilan hidup tidak semata-mata diukur dari pangkat, banyaknya harta, anak, maupun keturunan. Semua yang dimiliki di dunia merupakan amanah dan akan ditinggalkan ketika seseorang kembali menghadap Allah SWT.

Ia mengingatkan, apabila seseorang kehilangan atau ditinggalkan oleh sebagian kenikmatan dunia, hal tersebut tidak seharusnya menjadi sumber penyesalan yang berlebihan, karena dunia bukanlah tujuan akhir kehidupan manusia.

“Tujuan utama manusia adalah kehidupan akhirat,” pesan Ustadz Husni dalam kajiannya.

Lebih lanjut, ia mengibaratkan kehidupan dunia sebagai sebuah perjalanan yang membutuhkan bekal. Jika perjalanan dunia saja membutuhkan persiapan, maka perjalanan menuju kehidupan akhirat tentu lebih membutuhkan bekal berupa iman, ketakwaan, amal saleh, serta berbagai kebaikan yang dilakukan selama hidup.

Karena itu, umat Islam diajak untuk terus berusaha memperbaiki diri, bekerja dan menjalani kehidupan dunia dengan baik, namun tetap menjadikan akhirat sebagai orientasi utama.

Kajian ba’da Magrib tersebut diharapkan dapat menjadi pengingat bagi jamaah untuk memperbanyak amal kebaikan dan mempersiapkan bekal terbaik sebelum menghadapi kehidupan akhirat.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....