Menunda Taubat Rahasia Kerugian Jiwa dan Bahaya Mengabaikan Pintu Ampunan

  • 18 Sep 2026 20:48 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe -Menunda taubat merupakan salah satu perangkap paling berbahaya yang sering kali tidak disadari oleh seorang hamba. Dalam program Tausiah Sore Pro 1 RRI Lhokseumawe edisi Jumat, 18 September 2026, Ustadz Saiful Azhar, Lc., M.Sh., M.H., menegaskan bahwa kebiasaan mengulur-ulur waktu untuk memohon ampunan adalah tanda kelalaian hati yang nyata. Banyak orang merasa memiliki waktu yang masih panjang untuk memperbaiki diri, padahal usia dan ajal sepenuhnya merupakan rahasia Allah SWT yang bisa datang kapan saja tanpa peringatan. Ketika seseorang terus memelihara perbuatan dosa tanpa bergegas bertaubat, dosa-dosa tersebut akan mengendap dan mengikis kepekaan hatinya. Akibatnya, hati menjadi keras, sulit menerima kebenaran, dan lambat laun merenggangkan hubungan spiritual manusia dengan Sang Pencipta.

Lebih jauh lagi, siraman rohani menjelang Maghrib ini mengingatkan umat bahwa menunda taubat sama saja dengan membiarkan beban dosa menumpuk hingga melumpuhkan keberkahan hidup. Pintu taubat memang selalu terbuka lebar selagi nafas belum sampai di kerongkongan dan matahari belum terbit dari barat, namun tidak ada satu pun manusia yang dijamin memiliki kesempatan hingga esok hari. Oleh karena itu, menyegera taubat—bukan besok atau lusa, melainkan saat ini juga—adalah wujud kecerdasan seorang mukmin dalam menyelamatkan jiwanya dari penyesalan yang tak berguna di akhirat kelak. Memanfaatkan momentum waktu seperti menjelang berbuka puasa atau berpergiannya siang menuju malam di waktu Maghrib menjadi saat yang sangat tepat untuk menundukkan hati dan memohon ampunan-Nya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....