89 Kasus Karhutla, BPBD Ajak Masyarakat Cegah Bersama

  • 18 Sep 2026 15:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Lhokseumawe mencatat 89 kejadian kebakaran hutan dan lahan sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Rudi Irawan, Kepala Bidang Kedaruratan, Pemadam Kebakaran, dan Logistik BPBD Kota Lhokseumawe, menyampaikan data tersebut dalam dialog interaktif di RRI Pro 1 Lhokseumawe, Kamis 17 September 2026.

Peningkatan kasus terlihat nyata sejak bulan Juni, di mana tercatat 5 kejadian, naik menjadi 18 kasus pada Juli, dan mencapai puncak 20 kejadian pada Agustus. Sejumlah wilayah yang kerap terjadi kebakaran antara lain Muara Satu, Blang Mangat, Muara Dua, Guha Udeung, hingga Cunda Kandang.

Faktor utama penyebab kebakaran didominasi oleh aktivitas pembukaan lahan dengan cara dibakar serta kelalaian masyarakat, yang diperparah kondisi cuaca panas dan kering mempercepat penyebaran api. Beberapa titik bahkan mengalami kebakaran berulang dalam waktu yang berdekatan, sehingga memerlukan pemantauan berkelanjutan.

BPBD memperkuat patroli di wilayah rawan, meningkatkan kesiapsiagaan tim pemadam, serta mempererat koordinasi dengan aparat gampong dan masyarakat setempat. Penanganan dilakukan secara terpadu melibatkan TNI, Polri, relawan, dan warga agar setiap titik api dapat segera ditangani sebelum meluas dan mengancam permukiman.

Rudi Irawan mengimbau masyarakat agar berhenti membuka lahan dengan cara dibakar dan melaporkan segera jika melihat adanya titik api. Pencegahan sejak dini dinilai jauh lebih efektif dibandingkan proses pemadaman yang sudah meluas. Kesadaran dan partisipasi aktif seluruh warga menjadi fondasi utama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....