BPJS Kesehatan Habiskan Rp191 Triliun, Jantung Jadi Beban Terbesar
- 18 Sep 2026 12:32 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – BPJS Kesehatan mencatat total pembiayaan pelayanan kesehatan dalam Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sepanjang 2025 mencapai sekitar Rp191,3 triliun. Sebagian besar pembiayaan tersebut terserap untuk layanan di rumah sakit, yang mencapai sekitar 87,1 persen dari keseluruhan realisasi.
Dari berbagai penyakit yang ditanggung JKN, penyakit jantung menjadi salah satu penyumbang biaya terbesar. Sepanjang 2025, pembiayaan layanan untuk penyakit jantung mencapai sekitar Rp17,35 triliun, dengan jumlah kasus yang dijamin lebih dari 29,7 juta.
Direktur Utama BPJS Kesehatan Prihati Pujowaskito menyebut tingginya kebutuhan layanan jantung perlu diantisipasi sejak fasilitas kesehatan tingkat pertama atau FKTP. Upaya tersebut dinilai penting karena pengendalian faktor risiko dapat dilakukan sebelum kondisi pasien berkembang menjadi lebih berat dan membutuhkan penanganan dengan biaya besar.
Salah satu layanan yang juga mengalami peningkatan adalah tindakan menggunakan fasilitas catheterization laboratory atau cathlab. Pada 2025, tercatat lebih dari 138 ribu kasus cathlab, meningkat sekitar dua kali lipat dibandingkan 2021. Dari keseluruhan pembiayaan jantung, layanan cathlab sendiri berada di kisaran Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun.
BPJS Kesehatan mendorong penguatan layanan promotif dan preventif di tingkat FKTP melalui pengendalian tekanan darah dan gula darah, pemantauan HbA1C, kepatuhan mengonsumsi obat, serta pemantauan peserta yang memiliki risiko tinggi. Langkah tersebut diharapkan dapat menekan perkembangan penyakit sekaligus menjaga keberlanjutan pembiayaan program JKN
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....