Pramuka Misbahul Ulum Siapkan Instruktur Muda melalui Program PPIM
- 14 Sep 2026 16:21 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Bagian Kepanduan Islam Pesantren Modern Misbahul Ulum bekerja sama dengan Kwartir Cabang (Kwarcab) Gerakan Pramuka Kota Lhokseumawe menggelar Pendidikan dan Pelatihan Instruktur Muda (PPIM) Kepramukaan ke-3 bagi para santri. Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 14–17 September 2026, tersebut dipusatkan di Aula Pesantren Modern Misbahul Ulum, Desa Meuria Paloh, Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe.
PPIM dihadiri Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, S.Pd., G.R., M.Hum., M.Pd., para wakil direktur, pembina Pramuka pesantren, serta sejumlah pelatih dari Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Lhokseumawe. Sejumlah pelatih Kwarcab yang terlibat dalam kegiatan tersebut antara lain Kusnadi, S.Pd., selaku Kapusdiklatcab; Nurnaningsi, S.Ag., selaku Wakapusdiklatcab; Dr. Dedi Surnadi, S.E., M.S.M., dan Edi Yusuf selaku Pelatih Lanjutan; serta Syamsul Lidan selaku Pelatih Dasar.
Sebanyak 144 santri putra dan putri tingkat XI Madrasah Aliyah menjadi peserta utama PPIM tahun ini. Kegiatan tersebut juga didampingi sejumlah santri penegak dari kelas akhir yang turut membantu pelaksanaan kegiatan. Dalam pembukaan kegiatan, Direktur Pesantren Modern Misbahul Ulum, Ustaz Martunis, menyampaikan apresiasi kepada para peserta yang antusias mengikuti PPIM. Menurutnya, pembentukan karakter santri membutuhkan sikap tegas dan keseriusan, selain pendekatan yang lemah lembut.
“Ikutilah PPIM ini dengan serius dan penuh semangat. Untuk menjadi calon pembina yang profesional, diperlukan proses dan pengalaman yang dapat diperoleh melalui kegiatan PPIM ini,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat menambah wawasan dan memberikan manfaat bagi para peserta dalam menjalankan aktivitas kepramukaan di lingkungan pesantren. Sementara itu, Kapusdiklatcab Kwarcab Gerakan Pramuka Kota Lhokseumawe, Kusnadi, S.Pd., mengajak peserta untuk membangun kerja sama dan menjaga kekompakan selama mengikuti pelatihan. Menurut Kusnadi, sebelum pembelajaran kepramukaan dimulai, perlu disepakati kontrak belajar agar proses pelatihan berlangsung tertib dan membantu pelatih dalam menyampaikan materi.
“Insyaallah, para peserta ini menjadi calon pembina Pramuka yang andal dan bermartabat dalam lingkungan Pramuka,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....