Abu Vulkanik dan Ancaman bagi Penerbangan
- 12 Sep 2026 10:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Akhir-akhir ini kita sering mendengar bahwa beberapa maskapai penerbangan yang membatalkan jadwal penerbangannya akibat adanya abu vulkanik di udara. Kondisi ini bukan sekadar persoalan jarak pandang, tetapi berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan. Abu vulkanik yang berasal dari letusan gunung berapi dapat terbawa angin hingga memasuki jalur penerbangan dan membahayakan pesawat yang melintas di wilayah tersebut.
Abu vulkanik memiliki partikel sangat halus yang mengandung material seperti kaca vulkanik dan mineral. Ketika masuk ke dalam mesin pesawat, partikel tersebut dapat meleleh akibat suhu tinggi di ruang mesin, kemudian menempel pada komponen turbin dan mengganggu aliran udara. Dalam kondisi tertentu, hal ini dapat menyebabkan penurunan atau bahkan kehilangan daya mesin. Abu vulkanik juga dapat mengganggu sistem sensor, mengurangi jarak pandang pilot, serta menyebabkan kerusakan pada bagian lain pesawat.
Karena itu, ketika terdapat laporan mengenai sebaran abu vulkanik yang berpotensi mengganggu jalur penerbangan, maskapai dan otoritas penerbangan akan melakukan evaluasi terhadap kondisi udara dan rute yang akan dilalui. Pembatalan atau penundaan penerbangan merupakan langkah pencegahan untuk menghindari risiko yang lebih besar. Keputusan tersebut mungkin membuat calon penumpang kecewa, tetapi keselamatan penumpang, awak kabin, dan pesawat menjadi pertimbangan utama.
Fenomena ini sekaligus mengingatkan bahwa aktivitas gunung berapi tidak hanya berdampak pada wilayah di sekitar gunung, tetapi juga dapat memengaruhi transportasi udara dalam jangkauan yang lebih luas. Bagi penumpang, penting untuk selalu memantau informasi resmi dari maskapai dan otoritas penerbangan apabila terjadi erupsi gunung berapi. Dengan memahami bahaya abu vulkanik, masyarakat dapat melihat bahwa pembatalan penerbangan bukan sekadar perubahan jadwal, melainkan bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....