Kisah Dakwah Nabi Yunus AS dan Pelajaran tentang Kesabaran

  • 12 Sep 2026 13:29 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kisah perjalanan dakwah Nabi Yunus AS menjadi salah satu pelajaran penting dalam Al-Qur’an tentang kesabaran, keteguhan, dan rahmat Allah SWT. Nabi Yunus AS diutus kepada kaum di negeri Ninawa, yang secara umum dikaitkan dengan wilayah sekitar Mosul, Irak saat ini. Beliau mengajak kaumnya meninggalkan penyembahan berhala dan kembali menyembah Allah SWT. Namun, dakwah tersebut pada awalnya mendapat penolakan dari sebagian besar masyarakat.

Ustad Imanullah Karim, S. Si, M. Si, dalam khotbah Jum'at 11 September 2026 di masjid Baiturrahman kota Lhokseumawe, menjelaskan, dalam perjalanan dakwahnya, Nabi Yunus AS menghadapi keadaan yang sangat berat. Sebagian riwayat menyebutkan jumlah pengikut beliau pada awal dakwah sangat sedikit, bahkan ada yang menyebut hanya dua orang. Karena kaumnya terus menolak, Nabi Yunus AS kemudian meninggalkan mereka sebelum datang ketetapan Allah. Namun, ketika tanda-tanda azab mulai terlihat, kaum Ninawa akhirnya menyadari kesalahan mereka, bertobat, meninggalkan penyembahan berhala, dan memohon ampun kepada Allah SWT.

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa ancaman azab tidak selalu berakhir dengan kebinasaan apabila manusia benar-benar bertobat sebelum azab itu terjadi. Al-Qur’an menggambarkan kaum Nabi Yunus sebagai kaum yang beriman sehingga mereka memperoleh manfaat dari keimanan tersebut. Allah SWT berfirman dalam QS. Yunus ayat 98, yang artinya : “Dan mengapa tidak ada penduduk suatu negeri pun yang beriman, lalu imannya itu bermanfaat baginya selain kaum Yunus?” Ayat ini menjadi salah satu gambaran tentang bagaimana pertobatan dan keimanan dapat menjadi sebab datangnya keselamatan dari azab Allah.

Kisah Nabi Yunus AS juga mengajarkan bahwa seorang pendakwah harus memiliki kesabaran dan tidak mudah berputus asa ketika menghadapi penolakan. Setelah meninggalkan kaumnya, Nabi Yunus AS mengalami peristiwa ditelan ikan besar dan kemudian berdoa memohon ampun kepada Allah SWT. Doanya yang terkenal dalam QS. Al-Anbiya ayat 87, yang artinya : “Tidak ada Tuhan selain Engkau, Mahasuci Engkau. Sungguh, aku termasuk orang-orang yang zalim.” Dari kisah ini, umat Islam dapat mengambil pelajaran tentang pentingnya kembali kepada Allah, memperbanyak taubat, dan tetap bersabar dalam menjalankan kebaikan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....