Organisasi sebagai Ruang Belajar Kepemimpinan, Bukan Arena Saling Menjatuhkan

  • 11 Sep 2026 09:14 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI. CO. ID, Aceh Timur, 11 September 2026 — Organisasi sejatinya merupakan ruang untuk belajar, berkembang, sekaligus membentuk karakter dan jiwa kepemimpinan. Di dalamnya, setiap kader tidak hanya dituntut mampu menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami perbedaan, membangun komunikasi, menyelesaikan persoalan, serta menjalankan tanggung jawab dengan baik.

Karena itu, organisasi semestinya menjadi ruang yang mendorong setiap anggotanya untuk tumbuh menjadi pribadi yang lebih matang, bukan tempat untuk saling menjatuhkan.

Dalam perjalanan organisasi, perbedaan pandangan merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari. Perbedaan seharusnya menjadi kekuatan untuk melahirkan gagasan, evaluasi, dan solusi yang lebih baik, bukan justru menjadi alasan untuk menyerang atau merendahkan satu sama lain.

Begitu pula dengan kritik. Kritik merupakan bagian penting dalam kehidupan organisasi karena dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan. Namun, kritik harus disampaikan secara proporsional dan berorientasi pada persoalan, bukan berubah menjadi serangan terhadap pribadi seseorang.

Organisasi bukan arena untuk menentukan siapa yang paling kuat dan siapa yang harus dikalahkan. Organisasi adalah sekolah kepemimpinan—tempat seseorang belajar mengambil keputusan, menghargai pendapat, menyelesaikan persoalan, serta bertanggung jawab atas amanah yang diberikan.

Seorang pemimpin tidak hanya dinilai dari kemampuannya memimpin, tetapi juga dari keteladanan, kedewasaan dalam menghadapi perbedaan, dan kemampuannya mengajak orang lain untuk tumbuh bersama.

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Aceh Timur, Tamzil Aulia, menilai bahwa semangat berorganisasi harus diarahkan pada pembentukan karakter dan kepemimpinan yang bertanggung jawab.

Menurutnya, setiap kader memiliki peran dan kontribusi masing-masing. Tidak semua orang harus berada di posisi kepemimpinan, tetapi setiap anggota dapat memberikan manfaat melalui gagasan, kerja keras, sikap, maupun kontribusi nyata bagi organisasi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan ketika menghadapi perbedaan. Organisasi yang sehat bukan berarti organisasi yang tidak pernah memiliki persoalan, melainkan organisasi yang mampu menghadapi dan menyelesaikan persoalan tersebut secara dewasa.

Ketika terjadi perbedaan atau konflik, kader seharusnya lebih mengutamakan pencarian solusi daripada sibuk mencari kesalahan dan menjatuhkan pihak lain. Sebab, energi organisasi akan jauh lebih bermanfaat apabila diarahkan untuk membangun, bukan menghabiskan waktu dalam konflik internal yang tidak produktif.

Pada akhirnya, organisasi harus menjadi ruang tumbuh bagi gagasan, karakter, kepemimpinan, dan rasa tanggung jawab. Jabatan dalam organisasi bersifat sementara, sementara nilai, pengalaman, dan kontribusi yang diberikan dapat menjadi bekal panjang bagi seorang kader ketika kembali hadir di tengah masyarakat.

Membangun organisasi bukan tentang mencari siapa yang menjadi pemenang dan siapa yang menjadi pecundang. Lebih dari itu, organisasi adalah tentang bagaimana menciptakan ruang yang mampu melahirkan generasi yang siap memimpin, mampu menghargai perbedaan, dan memberikan manfaat bagi sesama.

Penulis: Tamzil Aulia

Pimpinan Cabang Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (PC IPNU) Aceh Timur

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....