Wakil Wali Kota Lhokseumawe Buka Trauma Healing bagi Perempuan Pascabencana

  • 08 Sep 2026 16:39 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe — Wakil Wali Kota Lhokseumawe, Husaini, S.E., membuka kegiatan Trauma Healing bagi Perempuan Pascabencana untuk Peningkatan Kualitas Ekonomi Keluarga yang berlangsung di Aula Setdako Lhokseumawe, Selasa 8 September 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah Kota Lhokseumawe dalam mendukung proses pemulihan masyarakat, khususnya perempuan yang terdampak bencana.

Sebanyak 80 peserta mengikuti kegiatan tersebut yang berasal dari sejumlah unsur dan wilayah di Kota Lhokseumawe.

Peserta dari empat kecamatan meliputi Kecamatan Muara Satu sebanyak 20 orang, Muara Dua 10 orang, Blang Mangat 20 orang, dan Banda Sakti 10 orang.

Selain itu, kegiatan juga melibatkan 10 orang dari unsur LSM dan media, lima orang dari PKK Kota Lhokseumawe, serta lima orang dari unsur Bunda PAUD Kota Lhokseumawe.

Trauma healing menjadi salah satu langkah penting dalam membantu masyarakat menghadapi dampak psikologis setelah mengalami bencana.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan dukungan untuk membangun kembali rasa percaya diri dan memperkuat ketahanan dalam menghadapi kondisi pascabencana.

Tidak hanya berfokus pada aspek psikologis, kegiatan ini juga diarahkan pada peningkatan kapasitas perempuan dalam mendukung perekonomian keluarga.

Penguatan kemampuan dan kemandirian ekonomi diharapkan dapat membantu perempuan terdampak untuk kembali produktif serta berkontribusi terhadap pemulihan kehidupan keluarga.

Pemerintah Kota Lhokseumawe juga mendorong adanya kolaborasi antara pemerintah, organisasi masyarakat, PKK, Bunda PAUD, LSM, dan media dalam mendukung proses pemulihan pascabencana.

Dengan adanya dukungan psikologis dan penguatan kapasitas ekonomi secara bersamaan, perempuan diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam membangun kembali ketahanan keluarga.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat terdampak bencana, tidak hanya dari sisi pemulihan fisik, tetapi juga aspek sosial, psikologis, dan ekonomi.

Melalui program yang berkelanjutan, diharapkan perempuan terdampak dapat bangkit, kembali percaya diri, serta memiliki kemampuan untuk meningkatkan kualitas ekonomi keluarganya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....