Kelompok 38 UNIMAL Bangun Bedengan TOGA di Meunasah Panton Rayeuk II
- 29 Agt 2026 15:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 38 Universitas Malikussaleh (UNIMAL) membangun bedengan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) di area Meunasah Desa Panton Rayeuk II, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara, pada Sabtu, 29 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk menata lahan kosong di sekitar meunasah agar lebih tertata, bermanfaat, dan memiliki nilai guna bagi masyarakat. Selain membuat bedengan TOGA, mahasiswa KKN Kelompok 38 juga melakukan penghiasan lingkungan meunasah sebagai upaya memperindah salah satu fasilitas umum yang menjadi pusat kegiatan warga.
Pembuatan bedengan TOGA dilatarbelakangi oleh kondisi lahan di sekitar meunasah yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui program tersebut, mahasiswa KKN berupaya mendorong pemanfaatan tanaman herbal yang dapat digunakan sebagai bagian dari alternatif pengobatan keluarga sekaligus menciptakan lingkungan meunasah yang lebih asri.
Pelaksanaan kegiatan diawali dengan membersihkan lahan di sekitar meunasah. Setelah lahan dibersihkan, mahasiswa membuat bedengan dan melakukan penanaman sejumlah tanaman, di antaranya jahe, kunyit, bayam, dan kangkung. Mahasiswa juga menata area sekitar bedengan agar terlihat lebih rapi dan menarik.
Ketua Kelompok 38 KKN UNIMAL Tahun 2026, Awali Harapan Zega, menjelaskan bahwa pembuatan bedengan TOGA merupakan salah satu bentuk kontribusi mahasiswa dalam memanfaatkan lahan kosong sekaligus mendukung kemandirian kesehatan keluarga melalui tanaman yang dapat dibudidayakan di lingkungan sekitar.
Menurut Awali, kegiatan tersebut tidak hanya berfokus pada pemanfaatan tanaman obat, tetapi juga menjadi upaya mahasiswa untuk mempercantik lingkungan meunasah yang sering digunakan masyarakat dalam berbagai kegiatan.
“Kami membuat bedengan TOGA ini sebagai bentuk kontribusi untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar meunasah agar lebih bermanfaat. Selain tanaman obat, kami juga ingin membuat lingkungan meunasah terlihat lebih rapi, asri, dan nyaman bagi masyarakat,” ujar Awali Harapan Zega.
Sementara itu, pak zamzami selaku Geuchik, mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN Kelompok 38 dalam menata lingkungan meunasah. Menurutnya, keberadaan bedengan TOGA dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi salah satu fasilitas yang dapat dikembangkan dan dirawat secara bersama-sama.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan mahasiswa KKN ini karena lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan sekarang menjadi lebih tertata. Kami berharap tanaman yang sudah ditanam dapat dirawat bersama sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh masyarakat,” pak zamzami selaku Geuchik.
Kelompok 38 KKN UNIMAL berharap keberadaan bedengan TOGA dapat dikelola secara berkelanjutan oleh warga dan pengurus meunasah. Pemanfaatan lahan tersebut diharapkan memberikan manfaat jangka panjang, baik dalam mendukung pemanfaatan tanaman herbal untuk kebutuhan keluarga maupun dalam menjaga keindahan dan kenyamanan lingkungan meunasah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....