RRI Lhokseumawe Gelar Maulid, Jamaah Diajak Meneladani Akhlak Rasulullah

  • 27 Agt 2026 21:32 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW menjadi momentum untuk kembali meneladani akhlak Rasulullah SAW, salah satunya sifat tawadhu atau rendah hati yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari.

Pesan tersebut disampaikan Ustaz Adnan Yahya dalam ceramah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang berlangsung di Ruangan Multi Purpose (MP) RRI Lhokseumawe, Kamis, 27 Agustus 2026.

Ustaz Adnan mengatakan, meskipun Rasulullah SAW merupakan pemimpin umat sekaligus penghulu para nabi dan rasul, beliau tetap menunjukkan kerendahan hati kepada siapa pun, termasuk kepada anak-anak.

Menurutnya, sikap tawadhu dapat dimulai dari kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari, seperti saling menyapa, mengucapkan salam, tersenyum, menegur orang lain dengan baik, serta tidak merasa lebih tinggi hanya karena jabatan dan kedudukan.

«“Kehidupan kita perlu kita hidupkan di kantor. Saling menyapa, saling menegur, senyum, salam, sapa. Itu diajarkan oleh Nabi. Bayangkan, Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pada saat salaman dengan orang, Nabi adalah orang terakhir melepaskan tangan itu. Begitu hebatnya Nabi, begitu tawadhu-nya Nabi,” ujar Ustaz Adnan.»

Ia juga mengingatkan bahwa keteladanan Rasulullah SAW terlihat dari kesediaan beliau melakukan berbagai pekerjaan sederhana untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Bahkan, Rasulullah SAW pergi sendiri ke pasar untuk membeli kebutuhan dapur tanpa merasa pekerjaan tersebut tidak pantas dilakukan seorang pemimpin umat.

Selain tawadhu, Ustaz Adnan menekankan pentingnya sifat siddiq atau kejujuran. Rasulullah SAW dikenal dengan gelar Al-Amin karena memiliki integritas dan senantiasa menjaga kejujuran, termasuk ketika menjalankan aktivitas perdagangan.

Jamaah juga diingatkan agar tidak membanggakan kebaikan yang telah dilakukan. Menurutnya, amal dan kebaikan seharusnya dilakukan dengan ketulusan, bukan untuk mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain.

Ia mengibaratkan orang yang gemar membanggakan kebaikannya seperti ayam yang hanya bertelur satu, tetapi membuat keributan seolah-olah telah menghasilkan banyak telur.

Melalui peringatan Maulid Nabi, jamaah diharapkan tidak sekadar mengenang kelahiran Rasulullah SAW, tetapi mampu menghadirkan akhlak beliau dalam kehidupan nyata, terutama dengan membangun sikap rendah hati, saling menghargai, senang menyapa, dan menjunjung tinggi kejujuran.

Kegiatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut kemudian ditutup dengan makan bersama berupa kari kambing yang diikuti karyawan dan karyawati RRI Lhokseumawe dalam suasana penuh kebersamaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....