Larangan Mengucapkan Apa yang Tidak Sanggup Kita Buktikan
- 27 Agt 2026 16:01 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Ada satu hal yang sering dianggap ringan dalam kehidupan sehari-hari, yaitu perkataan yang tidak pernah diwujudkan menjadi perbuatan. Kita begitu mudah mengatakan akan melakukan sesuatu. Mudah berjanji, mudah memberikan kepastian, bahkan mudah meyakinkan orang lain. Tetapi ketika waktunya tiba, tidak ada tindakan yang dilakukan. Padahal, bagi seorang Muslim, perkataan bukan sekadar ucapan. Setiap kata memiliki tanggung jawab.
Allah SWT berfirman:
“Wahai orang-orang yang beriman! Mengapa kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Sangat besar kemurkaan di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa yang tidak kamu kerjakan.”
(QS. Ash-Shaff: 2–3).
Ayat ini mengajarkan satu hal yang sangat sederhana, tetapi sering kita abaikan, jangan mengatakan sesuatu yang tidak kita kerjakan. Bukan berarti manusia tidak boleh gagal. Kita semua bisa berubah keadaan, mengalami hambatan, atau tidak mampu memenuhi rencana yang sebelumnya sudah dibuat. Namun, yang perlu dijaga adalah kejujuran ketika berbicara dan kesungguhan ketika berjanji.
Jangan mengatakan “saya pasti lakukan” jika sebenarnya kita sendiri belum yakin akan melakukannya.
Jangan memberikan harapan jika kita tahu sejak awal bahwa kita tidak berniat memenuhinya. Dan jangan menggunakan kata-kata hanya untuk membuat orang lain percaya kepada kita. Sebab, ketika ucapan berkali-kali tidak sesuai dengan tindakan, yang hilang bukan hanya kepercayaan manusia, tetapi juga nilai dari perkataan itu sendiri. Orang mungkin masih mendengar apa yang kita katakan, tetapi mereka tidak lagi percaya.
Dalam kehidupan, terkadang diam lebih baik daripada janji yang tidak ditepati, dan berkata jujur lebih baik daripada memberikan kepastian yang tidak mampu diwujudkan. Rasulullah SAW mengingatkan bahwa salah satu tanda kemunafikan adalah ketika seseorang berjanji kemudian mengingkarinya. (HR. Bukhari dan Muslim).
Karena itu, belajar menjaga lisan, tidak semua yang ingin kita katakan harus diucapkan, tidak semua rencana harus diumumkan dan tidak semua janji harus diberikan. Jika mampu, lakukan. Jika berjanji, tepati. Jika tidak mampu, katakan dengan jujur.
Sebab, orang yang benar-benar dapat dipercaya bukanlah orang yang paling banyak mengatakan “akan”, tetapi orang yang ketika mengatakan sesuatu, berusaha membuktikannya dengan perbuatan. Dan mungkin, sebelum mengucapkan sebuah janji, kita perlu bertanya kepada diri sendiri “Apakah saya benar-benar siap mempertanggungjawabkan apa yang baru saja saya katakan?”
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....