Tren Tiktok pada Identitas Anak Muda Aceh
- 23 Agt 2026 13:44 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Seperti yang kita ketahui kehadiran TikTok telah membawa perubahan besar dalam cara anak muda Aceh mengenal, menampilkan, dan memperkenalkan budaya daerah. Platform video pendek ini tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan bahasa Aceh, pakaian adat, kuliner tradisional, tarian, musik, hingga berbagai tradisi lokal kepada masyarakat luas. Dengan kreativitas yang dimiliki generasi muda, budaya Aceh kini memiliki peluang untuk tampil lebih dekat dengan kehidupan digital.
Di tengah derasnya tren global, tantangan terbesar adalah menjaga agar budaya lokal tidak sekadar menjadi konten yang viral sesaat. Eghi Poetra sebagai penyiar pada live program Spada Selamat Pagi Teman Pro 2, Sabtu pagi 22 Agustus 2026, menyampaikan bahwa Anak muda Aceh perlu memahami makna di balik setiap tradisi yang mereka tampilkan, sehingga penggunaan TikTok bukan hanya mengikuti tren, tetapi menjadi sarana edukasi dan pelestarian budaya. Konten tentang budaya Aceh dapat dikemas secara menarik, ringan, dan sesuai dengan gaya komunikasi generasi muda tanpa menghilangkan nilai serta identitas aslinya.
Namun, era TikTok juga memiliki sisi lain. Arus budaya dari berbagai daerah dan negara dapat membuat sebagian anak muda lebih mengenal tren luar dibandingkan budaya sendiri. Karena itu, diperlukan sikap bijak dalam menggunakan media sosial. Anak muda tidak harus menolak budaya modern, tetapi dapat mengambil hal-hal positif sekaligus tetap bangga terhadap akar budaya Aceh. Kreativitas digital justru dapat menjadi jembatan antara tradisi masa lalu dan kehidupan generasi masa kini.
Masa depan budaya Aceh tidak hanya bergantung pada pelaku seni dan tokoh masyarakat, tetapi juga berada di tangan generasi muda. TikTok dapat menjadi panggung baru untuk menunjukkan bahwa budaya Aceh tetap relevan di tengah perkembangan zaman. Ketika anak muda mampu menciptakan konten yang kreatif, informatif, dan berakar pada budaya sendiri, mereka bukan sekadar mengikuti tren, tetapi turut menciptakan tren yang memperkenalkan identitas Aceh kepada dunia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....