Dari Pelosok Aceh Utara, Mulfiya Tembus Panggung Jamnas XII Cibubur
- 21 Agt 2026 16:52 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Aceh Utara — Keterbatasan fasilitas tidak menghalangi langkah Mulfiya, siswi kelas IX MTsS Tgk Chik Ditunong Pasee, Aceh Utara, untuk menjejakkan kaki di panggung nasional.
Siswi madrasah yang berada di kawasan Tanah Jambo Aye itu terpilih menjadi salah satu peserta yang mewakili Kwartir Cabang (Kwarcab) Aceh Utara pada Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026 di Bumi Perkemahan dan Graha Wisata (Buperta) Cibubur, Jakarta Timur, 14–20 Agustus 2026.
Bagi Mulfiya, kesempatan tersebut bukan sekadar mengikuti kegiatan kepramukaan. Ia membawa nama madrasah, daerah, sekaligus menjadi gambaran bahwa siswa dari sekolah dengan segala keterbatasannya pun mampu bersaing dan tampil di tingkat nasional.
Selama berada di Buperta Cibubur, Mulfiya bersama peserta dari berbagai daerah mengikuti beragam kegiatan kepramukaan, praktik dan pembelajaran yang dirancang untuk menambah pengalaman, pengetahuan serta wawasan peserta.
Keberhasilan Mulfiya menjadi kebanggaan tersendiri bagi MTsS Tgk Chik Ditunong Pasee, madrasah swasta yang berada di Jalan Tgk Chik Ditunong, Desa Lhok Beuringen, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara.
Madrasah tersebut tergolong memiliki jumlah siswa dan fasilitas yang relatif terbatas. Namun, kondisi itu justru tidak menjadi alasan untuk membatasi kesempatan siswa dalam mengembangkan bakat dan kemampuan.
Kepala MTsS Tgk Chik Ditunong, Rasyina Itami, S.Pd.I., M.Pd., mengatakan keberangkatan Mulfiya ke Jamnas merupakan hasil dukungan bersama dari lingkungan madrasah, guru, komite hingga orang tua.
“Kami sangat bangga karena salah satu siswa kami dapat membawa nama madrasah hingga ke tingkat nasional. Ini tidak terlepas dari dukungan seluruh warga sekolah, terutama guru, komite dan orang tua,” ujar Rasyina saat ditemui di Buperta Cibubur, Jakarta Timur, Jumat 21 Agustus 2026.
Menurut Rasyina, lokasi madrasah yang berada di pelosok Aceh Utara tidak boleh menjadi batas bagi siswa untuk bermimpi lebih tinggi. Karena itu, sekolah terus membuka ruang bagi peserta didik untuk mengikuti berbagai kegiatan, baik akademik maupun ekstrakurikuler.
“Kami ingin membuktikan bahwa sekolah yang berada di pelosok juga memiliki siswa-siswi yang mampu bersaing dan berprestasi. Karena itu, kami terus memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan potensi mereka,” katanya.
Dukungan terhadap pengembangan siswa juga datang dari Ketua Yayasan MTsS Tgk Chik Ditunong Pasee, Bang Munawar Khalil, S.IP., M.Sos., yang turut mendorong kegiatan pendidikan dan kepramukaan di lingkungan madrasah.
Bagi sekolah, keikutsertaan Mulfiya di Jamnas XII bukan sekadar catatan prestasi. Pengalaman tersebut diharapkan menular kepada siswa lainnya agar berani keluar dari keterbatasan, memperluas wawasan dan mengejar kesempatan hingga tingkat nasional.
“Semoga pengalaman yang diperoleh Mulfiya selama Jamnas dapat menjadi motivasi bagi siswa lainnya untuk terus belajar, berani berprestasi dan membawa nama baik madrasah serta daerah,” ujar Rasyina.
Dari Lhok Beuringen menuju Cibubur, perjalanan Mulfiya menjadi cerita kecil tentang mimpi besar. Ia membuktikan bahwa panggung nasional tidak selalu harus dimulai dari sekolah dengan fasilitas lengkap, tetapi bisa lahir dari sebuah madrasah sederhana di pelosok Aceh Utara.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....