Bukan Hanya Pakaian, Mesin Cuci juga Perlu Rutin Dibersihkan
- 19 Agt 2026 16:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Mesin cuci memang dibuat untuk membantu membersihkan pakaian. Namun, bukan berarti alat ini selalu dalam kondisi bersih. Jika jarang dirawat, bagian dalam mesin justru bisa menjadi tempat menumpuknya sisa deterjen, kotoran, hingga mikroorganisme.
Kondisi mesin yang lembap, terutama setelah digunakan, dapat mendukung pertumbuhan bakteri dan jamur. Sisa air, kotoran dari pakaian, dan residu deterjen yang menempel di beberapa bagian mesin juga bisa menjadi masalah jika dibiarkan terlalu lama.
Mikroorganisme yang menempel pada bagian mesin berpotensi ikut berpindah ke pakaian saat proses pencucian. Pada orang tertentu, kondisi ini dapat memicu keluhan seperti iritasi kulit, terutama bagi mereka yang memiliki kulit sensitif.
Menjaga kebersihan peralatan rumah tangga sendiri merupakan bagian dari pola hidup bersih dan sehat. Dalam MediaKom, Kemenkes dalam edukasinya mengenai perilaku hidup bersih dan sehat juga menekankan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan berbagai peralatan yang digunakan sehari-hari.
Untuk menjaga mesin cuci tetap bersih, pengguna bisa membersihkan bagian dalam mesin secara rutin sesuai petunjuk dari produsen. Bagian yang sering luput diperhatikan seperti karet pintu, laci deterjen, dan filter juga sebaiknya dibersihkan secara berkala.
Setelah mencuci, pintu mesin sebaiknya tidak langsung ditutup rapat. Membiarkannya terbuka beberapa saat dapat membantu bagian dalam mesin lebih cepat kering dan mengurangi kelembapan.
Penggunaan deterjen juga perlu diperhatikan. Gunakan sesuai takaran dan jenis mesin yang digunakan agar tidak meninggalkan terlalu banyak sisa deterjen di dalam mesin.
Dengan perawatan sederhana tetapi rutin, mesin cuci bisa tetap bersih dan berfungsi dengan baik. Kebiasaan ini juga membantu menjaga proses pencucian pakaian tetap higienis sekaligus mendukung kebersihan lingkungan rumah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....