Ketua BFLF Lhokseumawe–Aceh Utara Hadiri Upacara HUT RI Ke-81 di Simeulue

  • 18 Agt 2026 11:55 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Semeulue, 17 Agustus 2026, bertepatan dengan hari kemerdekaan RI yang ke 81, Mutia Sari yang dikenal sebagai aktivis atau Relawan kemanusiaan yang berasal dari kota lhokseumawe mengikuti Upacara pengibaran bendera merah putih di aceh simelu, mendapatkan undangan upacara langsung dari Bupati Semeulue, Mutia Sari yang kesehariaannya selain menjadi Relawan Kemanusiaan dan juga Ketua Lembaga Blood For life foundation juga dikenal sebagai ASN dari unsur tenaga kependidikan pada UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe ini juga hadir bukan hanya untuk mengikuti Upacara Pengibaran Bendera Merah Putih Saja tapi juga untuk menjadi pemateri di kegiatan FGD yang di gelar oleh Ketua Yayasan Simeulue Lestari Bapak Syahril Yunus dan Masyarakat Simeulue Setempat, adapun tema FGD yang dilaksanakan pada tanggal yang sama yaitu 17 agustus 2026 ini berjudul " pengembangan kapasitas diri dalam bersosial serta membangun empati kader muda dalam lingkungan bermasyarat" menghadirkan para peserta baik dari unsur pemerintah dan juga organisasi2 yang ada dalam wilayah simeulue.

Tujuan kita memanggil ibu mutia sari melalui surat permohonan yang kami tujukan kepada Rektor UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseunawe sebagai pemateri adalah untuk memberikan bimbingan serta arahan yang jelas bagaimana kami di semeulue ini sehingga dapat dan mampu seperti beliau yang kami lihat dari media sosial nya beliau mampu membantu banyak orang tanpa bergantung pada anggaran dari pemerintah, bagaimana cara beliau mendapatkan dana umat lewat penggalangan dana dan cara beliau mendapatkan dana CSR dari sponsor, kami berharap dengan kehadiran ibu mutia sari, kedepan masyarakat semeulue dapat lebih berempati kepada masyarakat yang membutuhkan uluran tangan dari orang lain dalam bentuk pertolongan sosial maupun penanganan lainnya, sehingga lancar kita bantu dan penuhi kebutuhan urgensinya dikarenakan di semeulue pun banyak juga yang harus kita tolong sementara saat ini pemerintah pun lagi dalam efesiensi anggaran, sahut ketua yayasan Lestari Semeulue.

Selain mendapatkan undangan sebagai nara sumber penguatan kelembagaan, mutia sari juga mendapatkan undangan menghadiri Upacara penaikkan dan penurunan Bendera Merah Putih dari Bupati Semeulue.

Perjalanan dari Kota Lhokseumawe ke Semeulue memakai waktu 36 jam dengan menggunakan 2 kali transportasi darat dan 1 kali transportasi laut, tetapi hal ini tidak menyurutkan langkah kaki seorang mutia sari untuk melangkah, jiwa sosial yang tinggi mengalahkan rasa lelah jauhnya perjalanan apalagi sendirian, semoga dibalik kesulitan masyarakat ini, dengan hadir nya seorang mutia sari, mampu mempermudah urusan masyarakat semeulue ke depan, khususnya dalam melakukan aksi - aksi kemanusiaan dalam wilayah Aceh Semeulue.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....