17 Agustus dan Nasionalisme yang Ramai di Media Sosial

  • 17 Agt 2026 14:57 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak hanya berlangsung di ruang publik, tetapi juga memenuhi media sosial. Unggahan bertema Merah Putih, ucapan kemerdekaan, sejarah Indonesia hingga konten budaya kembali menghiasi berbagai platform digital pada momentum 17 Agustus.

Fenomena tersebut menunjukkan bahwa media sosial kini menjadi salah satu ruang masyarakat, khususnya generasi muda, dalam mengekspresikan nasionalisme. Bentuknya tidak lagi terbatas pada upacara, pemasangan bendera atau perlombaan tradisional, tetapi juga melalui unggahan foto, video pendek, story, repost hingga penggunaan tanda pagar bertema kemerdekaan.

Data DataReportal Digital 2026: Indonesia mencatat terdapat sekitar 180 juta identitas pengguna media sosial aktif di Indonesia pada Oktober 2025, setara dengan 62,9 persen dari total populasi. Angka tersebut menunjukkan besarnya ruang digital yang dapat menjadi tempat masyarakat berinteraksi dan menyebarkan berbagai bentuk ekspresi, termasuk konten bertema nasionalisme.

Sementara itu, data NapoleonCat mencatat jumlah pengguna Instagram di Indonesia mencapai sekitar 121,5 juta pengguna pada Januari 2026. Kelompok usia 18–24 tahun dan 25–34 tahun menjadi bagian terbesar dari pengguna Instagram di Indonesia.

Aktivitas tersebut juga mendapat perhatian dalam penelitian mengenai nasionalisme digital di Indonesia. Penelitian “A Map of Nationalism Message on Twitter/X Users in Indonesia” yang menganalisis unggahan pada 17 Agustus 2024 menemukan bahwa pesan nasionalisme di X diproduksi secara organik oleh masyarakat dari berbagai wilayah Indonesia.

Penelitian tersebut juga menemukan bahwa tema yang dominan dalam unggahan pada momentum tersebut adalah ucapan selamat Hari Kemerdekaan, dengan kecenderungan sentimen dan emosi yang positif.

Fenomena nasionalisme di ruang digital tidak hanya terlihat melalui penggunaan simbol negara. Penelitian lain mengenai nasionalisme generasi muda di era digital menunjukkan bahwa media sosial dapat menjadi ruang untuk mengekspresikan identitas kebangsaan melalui kampanye sosial, promosi budaya Indonesia, penggunaan produk lokal dan partisipasi dalam isu-isu nasional.

Penelitian yang diterbitkan Jurnal Studi Pemuda Universitas Gadjah Mada juga menemukan adanya hubungan antara penggunaan media baru dan perilaku nasionalisme anak muda. Dalam penelitian terhadap 270 pengguna media sosial Good News From Indonesia, penggunaan media tersebut ditemukan berpengaruh signifikan terhadap perilaku nasionalisme, meskipun pengaruhnya hanya menjelaskan sebagian dari faktor yang membentuk nasionalisme pengguna.

Namun, nasionalisme digital juga menghadapi tantangan. Arus informasi global membuat generasi muda tidak hanya mengonsumsi konten lokal, tetapi juga berinteraksi dengan budaya dan nilai dari berbagai negara.

Penelitian yang terbit pada 2026 mengenai nasionalisme Generasi Z di tengah globalisasi dan media sosial menyebutkan bahwa media sosial dapat menjadi sarana memperkuat nasionalisme melalui konten patriotik dan kampanye sosial. Di sisi lain, arus budaya asing dan rendahnya literasi digital dapat menjadi tantangan terhadap identitas nasional.

Dengan jumlah pengguna media sosial yang besar, perayaan kemerdekaan di Indonesia kini berlangsung dalam dua ruang sekaligus: ruang fisik dan ruang digital. Di ruang fisik, masyarakat mengikuti upacara dan berbagai perlombaan. Sementara di ruang digital, masyarakat membangun perayaan melalui foto, video, cerita, simbol dan percakapan mengenai Indonesia.

Perubahan tersebut membuat cara generasi muda menunjukkan rasa kebangsaan ikut berkembang. Nasionalisme tidak lagi selalu ditampilkan dalam bentuk seremonial, tetapi juga menjadi bagian dari aktivitas digital sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....