Gen Z, Merdeka Ditengah Tekanan Ekonomi

  • 17 Agt 2026 10:50 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung di tengah perubahan cara generasi muda memandang kehidupan dan masa depan. Bagi Generasi Z, kemerdekaan tidak hanya dimaknai sebagai kebebasan secara politik, tetapi juga semakin berkaitan dengan kemampuan mencapai kemandirian finansial dan menentukan pilihan hidup.

Tekanan biaya hidup menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keputusan tersebut. Dalam Deloitte 2026 Gen Z and Millennial Survey, sebanyak 55 persen Gen Z mengatakan kondisi keuangan membuat mereka menunda keputusan besar dalam hidup, seperti menikah, membangun keluarga atau bisnis, dan melanjutkan pendidikan. Sebanyak 69 persen juga menyebut ketersediaan dan keterjangkauan hunian memengaruhi pilihan pekerjaan dan lokasi mereka bekerja.

Survei yang sama menunjukkan 47 persen Gen Z hidup dari gaji ke gaji (paycheck to paycheck), sementara 34 persen mengaku kesulitan memenuhi seluruh kebutuhan bulanan. Kondisi biaya hidup juga menjadi perhatian utama bagi generasi tersebut dalam menentukan prioritas kehidupan.

Di Indonesia, tekanan biaya hidup juga menjadi persoalan yang dirasakan masyarakat secara luas. Financial Resilience Index 2026 dari Sun Life Indonesia dan Genpop menunjukkan 80 persen responden di Indonesia merasakan tekanan akibat meningkatnya biaya hidup. Sebanyak 30 persen responden menyebut kenaikan biaya hidup sebagai hambatan terbesar dalam memperbaiki kondisi keuangan. Survei tersebut dilakukan pada April 2026 terhadap 1.000 responden berusia 18 tahun ke atas di Indonesia.

Tekanan tersebut turut mengubah cara generasi muda mengelola pengeluaran. Studi Bank of America 2026 Gen Z & The Cost of Adulting mencatat hampir 70 persen Gen Z telah mengambil langkah untuk menghadapi kenaikan biaya dalam satu tahun terakhir. Langkah tersebut antara lain mengurangi makan di luar, mengurangi kegiatan bersama teman, hingga mencari pekerjaan sampingan.

Dalam studi tersebut, 49 persen Gen Z menyebut tingginya biaya hidup sebagai salah satu hambatan utama menuju keberhasilan finansial. Sementara itu, 42 persen mengaku hidup dari gaji ke gaji dan hampir 30 persen menunjuk biaya hunian serta sewa sebagai salah satu hambatan utama.

Kondisi ekonomi juga mulai memengaruhi cara generasi muda menentukan prioritas. Alih-alih mengejar pencapaian hidup secara cepat, sebagian Gen Z cenderung memilih menunda keputusan besar sampai kondisi finansial dianggap lebih stabil.

Fenomena tersebut sejalan dengan hasil penelitian mengenai kesejahteraan finansial Gen Z di Indonesia yang diterbitkan dalam Eduvest: Journal of Universal Studies pada 2025. Penelitian tersebut mengidentifikasi biaya hidup yang meningkat, keterjangkauan hunian, ketidakpastian ekonomi, kecemasan finansial, literasi keuangan, dan gaya hidup konsumtif sebagai sejumlah faktor yang berkaitan dengan kesejahteraan finansial Gen Z di wilayah Jabodetabek.

Meski menghadapi tekanan ekonomi, Gen Z tidak sepenuhnya kehilangan optimisme. Survei Deloitte mencatat 53 persen Gen Z memperkirakan kondisi keuangan pribadi mereka akan membaik dalam 12 bulan mendatang. Generasi ini juga semakin mempertimbangkan keseimbangan hidup, keamanan finansial, serta fleksibilitas dalam menentukan pekerjaan dan masa depan.

Peringatan kemerdekaan tahun ini dengan demikian berlangsung ketika sebagian generasi muda menghadapi tantangan yang berbeda dibandingkan generasi sebelumnya. Persoalan kemandirian finansial, akses terhadap pekerjaan, hunian, pendidikan, dan kemampuan memenuhi kebutuhan hidup menjadi bagian dari tantangan generasi yang memasuki usia produktif.

Bagi Gen Z, kemerdekaan pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan kebebasan memilih, tetapi juga kemampuan untuk memiliki cukup ruang finansial agar pilihan tersebut benar-benar dapat diwujudkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....