Penampilan Budaya Aceh Dinilai Dinodai Panitia Jamnas Pramuka 2026
- 16 Agt 2026 01:22 WIB
- Lhokseumawe
RRI. CO. ID, Jakarta– Penampilan budaya Aceh yang diwakili Kontingen Pramuka Aceh Barat dalam Jambore Nasional (Jamnas) Pramuka XII 2026 awalnya mendapat sambutan meriah dari puluhan ribu peserta. Namun, penampilan tersebut berakhir dengan kekecewaan setelah lampu panggung dimatikan panitia sekitar dua menit sebelum penampilan selesai.
Saat itu, pemain rapa’i dan penari asal Aceh tengah menampilkan segmen kolaborasi logo Pramuka dengan budaya Aceh sebagai klimaks pertunjukan, lengkap dengan aksesori merah putih dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Tindakan tersebut dinilai mencederai dan menodai penampilan budaya Aceh.
Ketua Harian Pramuka Kwarcab Aceh Barat, Zulkifli Andi Govi, SE., ME., menyampaikan bahwa pihaknya menuntut agar penampilan budaya Aceh diberikan kesempatan untuk tampil ulang di panggung utama pada jadwal berikutnya.
“Aceh Barat menuntut perform ulang Budaya Aceh pada jadwal berikutnya di panggung utama Jamnas akibat tidak kooperatifnya panitia yang mematikan lampu panggung saat Budaya Aceh tampil malam tadi, 15 Agustus 2026. Ini menodai Budaya Aceh,” ujarnya, Sabtu 15 Agustus 2026.
Menurutnya, penampilan budaya tersebut bukan bagian dari perlombaan sehingga seharusnya tidak diberlakukan dengan aturan yang terlalu kaku. Ia juga menilai momentum tersebut semakin sensitif karena bertepatan dengan peringatan Hari Damai Aceh ke-21.
“Budaya Aceh tampil istimewa untuk memeriahkan malam Jamnas, malah diperlakukan seperti ini. Lebih tidak etis lagi karena 15 Agustus merupakan momentum sakral Hari Damai Aceh,” katanya.
Kekecewaan juga muncul setelah pihak panitia panggung disebut mengancam akan mempidanakan kontingen Aceh Barat menggunakan UU ITE ketika peserta merekam proses klarifikasi dan menyampaikan protes setelah penampilan.
“Panitia seharusnya melindungi peserta, bukan malah mengancam mempidanakan kami dengan UU ITE saat merekam klarifikasi dan berdialog mengenai penampilan ulang pada jadwal berbeda. Kami menuntut permintaan maaf dari panitia panggung,” ujar pria yang akrab disapa Dek Jol tersebut.
Ia berharap panitia Jamnas dapat lebih bijak dan tidak kaku dalam menyikapi berbagai penampilan budaya dari daerah.
“Jambore bukan lomba yang harus terlalu kaku. Panitia wajib memastikan Pramuka merasa bahagia berkegiatan karena kita semua diundang untuk ikut. Jangan sampai respons panitia justru mengecewakan daerah,” tutupnya.
Jamnas Pramuka XII 2026 berlangsung pada 14–21 Agustus 2026 di Buperta Cibubur, Jakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 20.000 Pramuka dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta dari sejumlah negara sahabat, di antaranya Malaysia, Brunei Darussalam, Australia, Taiwan, Mauritius, Sri Lanka, dan Timor-Leste.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....