Jangan Sebarkan Hoaks, Terlebih saat Bencana

  • 13 Agt 2026 20:00 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Penyebaran berita hoaks menjadi persoalan serius, terlebih ketika terjadi bencana seperti banjir, gempa bumi, tanah longsor, atau kebakaran. Dalam situasi darurat, masyarakat membutuhkan informasi yang cepat, tepat, dan dapat dipercaya. Berita palsu yang disebarkan tanpa pemeriksaan justru dapat menimbulkan kepanikan, kesalahpahaman, bahkan menghambat proses evakuasi dan penanganan korban.

Karena itu, Eghi Poetra sebagai penyiar radio dalam live program Spada, Selamat Pagi Teman Pro 2, kemarin, mengajak agar masyarakat tidak langsung mempercayai dan membagikan setiap informasi yang beredar di media sosial. Sebelum meneruskan sebuah berita, pastikan sumbernya jelas dan informasi tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak berwenang. Informasi mengenai lokasi bencana, jumlah korban, jalur evakuasi, maupun kebutuhan bantuan sebaiknya diperoleh dari sumber resmi agar tidak menyesatkan masyarakat.

Selain melakukan verifikasi, pengguna media sosial juga perlu memiliki kesadaran bahwa setiap unggahan memiliki dampak. Foto atau video lama yang diklaim sebagai kejadian terbaru, informasi jumlah korban yang belum terkonfirmasi, serta kabar bantuan palsu dapat memperburuk keadaan. Masyarakat dapat menerapkan prinsip sederhana: saring sebelum sharing, terutama ketika informasi tersebut berkaitan dengan keselamatan banyak orang.

Di tengah situasi bencana, kepedulian bukan hanya diwujudkan melalui bantuan secara langsung, tetapi juga dengan menjaga agar ruang informasi tetap bersih dari hoaks. Dengan tidak menyebarkan kabar yang belum terbukti kebenarannya, masyarakat turut membantu korban, relawan, dan petugas agar dapat bekerja lebih efektif. Jadilah pengguna media sosial yang bijak: berhenti sejenak, periksa kebenarannya, lalu bagikan hanya informasi yang benar dan bermanfaat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....