Pelaku UMKM Kuliner Lhokseumawe Menyiasati Lonjakan Bahan Baku

  • 12 Agt 2026 23:51 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) kuliner di Kota Lhokseumawe menghadapi tantangan berat akibat ketidakstabilan harga bahan baku di pasar. Kenaikan harga pokok yang melonjak secara beruntun dinilai sangat memberatkan para produsen penganan tradisional Aceh.

Pemilik usaha kuliner By Pocut, Cut Mutia Dewi, melalui program Obrolan UMKM di RRI Pro Satu Lhokseumawe, mengungkapkan bahwa kenaikan harga bahan baku untuk usahanya seperti tepung ketan terjadi secara signifikan sejak awal tahun. Bahan baku tersebut mengalami lonjakan harga berkali-kali hingga nilainya hampir melambung dua kali lipat.

Kondisi tersebut diperparah oleh langkanya pasokan komoditas di pasaran, sehingga produsen terpaksa menyiasatinya dengan membeli stok dalam jumlah besar. Langkah penyediaan pasokan bahan baku secara mandiri ini memicu tertahannya perputaran modal usaha mikro.

Guna menjaga kelangsungan bisnis, para pelaku usaha memilih untuk mempertahankan standar kualitas tinggi dibandingkan harus menurunkan mutu demi harga murah. Penerapan sistem pesan terlebih dahulu (made by order) menjadi strategi utama dalam menggaransi kesegaran penganan otentik khas Aceh.

"Harusnya kita bisa dapat margin 40 persen, tetapi dari tepung saja harganya sudah naik 70 persen. Kalau dihitung-hitung, margin produk sekarang terasa sangat tipis," ujar Cut Mutia Dewi dalam dialog interaktif di Pro 1 RRI Lhokseumawe. Rabu 12 Agustus 2026.

Pelaku UMKM berharap pemerintah serta lembaga terkait dapat memperluas jangkauan kebijakan stabilisasi harga pasar. Penanganan imbas fluktuasi harga diharapkan tidak hanya berfokus pada komoditas pokok umum, melainkan juga menyasar bahan baku produksi usaha lokal.

Melalui komitmen menjaga cita rasa tradisional, pelaku kuliner lokal terbukti sanggup menembus pasar luar daerah hingga menjangkau konsumen mancanegara. Penguatan ekosistem modal dan keterjangkauan pasokan bahan menjadi kunci vital bagi keberlanjutan UMKM daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....