Ustadz Gunawan Soroti Dampak Media Sosial dan Bahaya Kebiasaan Overthinking
- 09 Agt 2026 15:58 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Fenomena gangguan mental berupa kecemasan berlebihan atau overthinking kini menjadi perhatian serius, terutama di kalangan generasi Z dan milenial. Dalam program siaran Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Lhokseumawe, Ustaz Gunawan mengulas secara mendalam bagaimana pola hidup digital dan kebiasaan tenggelam dalam media sosial hingga larut malam dapat memicu tekanan emosional dan menurunkan kualitas hidup seseorang.
Dilihat dari sudut pandang medis dan psikologis, Ustaz Gunawan memaparkan bahwa overthinking atau rumination merupakan kondisi pikiran yang berputar pada masalah tanpa menghasilkan solusi. Kondisi ini secara biologis memicu peningkatan hormon kortisol yang berdampak pada tubuh menjadi tegang, gangguan tidur, penurunan konsentrasi, hingga memunculkan penuaan dini serta kelelahan fisik sebelum seseorang benar-benar bertindak.
Penyebab utama dari maraknya kecemasan ini adalah kebiasaan membandingkan diri dengan pencapaian orang lain di media sosial. Aktivitas scrolling gawai hingga tengah malam sering kali berujung pada rasa rendah diri (insecure) dan kesimpulan keliru bahwa seseorang telah gagal dalam hidupnya. Padahal, yang mengalami kelelahan sebenarnya bukanlah jalan hidupnya, melainkan pikirannya yang terus dibebani oleh bayangan negatif.
Mengatasi persoalan tersebut, Islam mengajarkan konsep husnuzan (berprasangka baik) dan keyakinan bahwa setiap manusia diciptakan Allah dalam bentuk terbaik dengan tujuannya masing-masing (Allah's purpose). Masyarakat diimbau untuk membatasi konsumsi informasi yang memicu kecemasan serta fokus menjalani hari ini dengan ikhtiar nyata daripada meremukkan jiwa dengan prasangka masa depan yang belum terjadi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....