Safari Subuh TU Aceh, Menjemput Fajar Merawat Ukhuwah
- 09 Agt 2026 15:56 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Aceh Utara – Ketika sebagian besar orang masih terlelap, langkah sejumlah jamaah justru mulai mengarah ke rumah Allah.
Dalam suasana hening menjelang fajar, Safari Subuh dan Zikir Bersama Tadzkiratul Ummah (TU) Aceh kembali digelar, Minggu,9 Agustus 2026, kali ini di Masjid At-Taqwa, Gampong Meunasah Rambot, Kecamatan Lhoksukon, Kabupaten Aceh Utara.
Kegiatan berlangsung khusyuk sekaligus penuh keakraban. Safari Subuh tidak hanya menjadi agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang untuk memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT serta merawat ukhuwah di tengah masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan shalat Subuh berjamaah yang diimami Tgk. Jamaluddin Ismail atau yang akrab disapa Walidi. Ia merupakan Imam Besar Masjid Agung Baiturrahim Lhoksukon sekaligus Ketua Dewan Pembina Tadzkiratul Ummah Aceh.
Usai shalat, jamaah melanjutkan kegiatan dengan zikir dan doa bersama yang dipimpin Walidi, didampingi Tgk. Zulkarnaini Ismail dari Langkahan, Tgk. Saifullah, dan Tgk. Amir.
Rangkaian acara dipandu Tgk. Irfan Hadi Lhoksukon. Suasana masjid semakin syahdu ketika lantunan zikir dan doa menggema memenuhi ruang masjid.

Lima Kunci Menuju Kebahagiaan
Dalam tausiyahnya, Tgk. Suryadi, S.Pd., menyampaikan lima perkara yang menjadi jalan menuju kemenangan, kebahagiaan, dan kesuksesan, baik di dunia maupun akhirat.
Pertama, senantiasa berzikir kepada Allah SWT dengan mengucapkan Lailahaillallah Muhammadur Rasulullah. Zikir tidak hanya menjadi ucapan lisan, tetapi juga pengingat agar hati senantiasa dekat dengan Allah.
Kedua, ketika menghadapi musibah, seorang mukmin hendaknya mengucapkan Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un. Kalimat tersebut menjadi pengingat bahwa segala sesuatu merupakan milik Allah dan kepada-Nya seluruh kehidupan akan kembali.
Ketiga, ketika memperoleh nikmat, umat Islam dianjurkan memperbanyak ucapan Alhamdulillah sebagai bentuk rasa syukur atas segala karunia yang diberikan Allah SWT.
Keempat, ketika hendak memulai suatu pekerjaan atau perkara, dianjurkan mengucapkan Bismillahirrahmanirrahim. Dengan menyebut nama Allah, setiap ikhtiar diharapkan mendapat keberkahan dan berada dalam jalan yang diridai-Nya.
Kelima, ketika lupa atau melakukan kesalahan, segera mengucapkan Astaghfirullahal'azim. Sebab manusia tidak luput dari kesalahan dan kekhilafan, sementara pintu ampunan Allah SWT senantiasa terbuka bagi hamba yang kembali dan memohon ampun.
Menurut Tgk. Suryadi, kelima perkara tersebut tidak semestinya berhenti sebagai ucapan di lisan. Semuanya harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari: berzikir ketika lapang, bersabar ketika diuji, bersyukur ketika memperoleh nikmat, berdoa ketika memulai sesuatu, serta beristighfar ketika melakukan kesalahan.
Pesan untuk Menghidupkan Masjid
Safari Subuh ditutup dengan pesan dan kesan dari Sekretaris Jenderal Tadzkiratul Ummah Aceh, Tgk. H. Samsul Bahri, SHI, yang akrab disapa Abati Samsul.
Ia mengajak jamaah untuk terus menjaga semangat kebersamaan dan memperkuat ukhuwah. Safari Subuh, kata dia, hendaknya tidak hanya dipandang sebagai agenda organisasi, tetapi menjadi ikhtiar bersama untuk menghidupkan masjid sekaligus menghidupkan hati.
Safari Subuh akhirnya bukan sekadar tentang siapa yang hadir atau siapa yang menyampaikan tausiah. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi simbol langkah kecil menuju kebaikan, mempertemukan hati dalam doa dan menghadirkan kebersamaan di rumah Allah.
Di Masjid At-Taqwa pagi itu, Subuh bukan sekadar pergantian malam menuju siang. Fajar menjadi simbol harapan.
Selama masjid masih didatangi, zikir masih dilantunkan, doa masih dipanjatkan, dan ukhuwah masih dirawat, selalu ada cahaya kebaikan yang dapat dinyalakan di tengah kehidupan.
Sebab, perubahan besar terkadang tidak dimulai dari gemuruh suara. Ia bisa berawal dari langkah sunyi menuju masjid ketika fajar menyingsing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....