Tadabbur Surah Al-Fatihah, Menguatkan Ibadah dan Memahami Makna Keadilan
- 06 Agt 2026 14:32 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Surah Al-Fatihah tidak hanya menjadi bacaan wajib dalam setiap rakaat shalat, tetapi juga mengandung pesan penting tentang tauhid, kasih sayang Allah SWT, petunjuk hidup, hingga keyakinan terhadap hari pembalasan.
Hal itu disampaikan Ustadz Saiful Azhar dalam program “Tausiah Sore” yang disiarkan di Pro1 RRI Lhokseumawe pada Rabu, 5 Agustus 2026, dengan tema Tadabbur Surah Al-Fatihah.
Ustadz Saiful menjelaskan, Al-Fatihah berarti pembuka dan memiliki sejumlah nama lain, seperti Ummul Kitab atau Ummul Qur'an, As-Sab'u Al-Matsani, serta Asy-Syifa dan Ar-Ruqyah.
Menurutnya, berbagai nama tersebut menggambarkan kedudukan dan kandungan Al-Fatihah yang sangat penting dalam kehidupan umat Islam, baik sebagai bagian dari ibadah maupun doa memohon pertolongan dan perlindungan kepada Allah SWT.
Makna Ar-Rahman dan Ar-Rahim
Dalam Basmalah, terdapat dua sifat Allah SWT, yaitu Ar-Rahman dan Ar-Rahim. Ustadz Saiful menjelaskan, Ar-Rahman menunjukkan luasnya kasih sayang Allah kepada seluruh makhluk, sedangkan Ar-Rahim berkaitan dengan kasih sayang Allah kepada hamba-hamba-Nya yang beriman.
Pemahaman ini menjadi pengingat agar manusia tidak kehilangan harapan dan senantiasa menyadari bahwa rahmat Allah SWT sangat luas.
Keadilan Tidak Selalu Selesai di Dunia
Pada ayat Maliki yaumiddin, umat Islam diingatkan bahwa Allah SWT adalah pemilik hari pembalasan.
Ustadz Saiful mengatakan, manusia tidak perlu larut dalam keputusasaan ketika menghadapi ketidakadilan di dunia. Sebab, kemampuan manusia dalam menilai suatu persoalan memiliki keterbatasan, sementara keadilan yang sempurna berada di sisi Allah SWT.
Ia juga mengingatkan agar tidak mengambil tindakan sendiri atau main hakim sendiri ketika menghadapi persoalan. Setiap masalah sebaiknya diselesaikan melalui cara yang dibenarkan agama dan hukum yang berlaku.
Ketenangan Hidup Berawal dari Ibadah
Sementara itu, ayat Iyyaaka na'budu wa iyyaaka nasta'in mengajarkan manusia untuk hanya menyembah Allah SWT dan memohon pertolongan kepada-Nya.
Menurut Ustadz Saiful, kualitas ibadah, terutama shalat lima waktu, memiliki hubungan erat dengan ketenangan dalam menjalani kehidupan.
“Jika hidup kita masih banyak menghadapi problem, perbaikilah dari shalatnya. Perbanyak ibadah dan senantiasa mengambil pelajaran dari sejarah umat terdahulu agar senantiasa berada di Siratal Mustaqim atau jalan yang lurus,” ujarnya.
Ia berharap tadabbur Al-Fatihah tidak berhenti pada kemampuan membaca dan menghafalnya, tetapi juga mendorong umat Islam memahami serta mengamalkan pesan yang terkandung di dalamnya dalam kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....