DLHK Bireuen dan KKN UIN Edukasi Warga Alue Mangki Olah Sampah

  • 04 Agt 2026 10:53 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Upaya membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sampah terus dilakukan melalui kolaborasi berbagai pihak. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 120 Mekar Jeumpa UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta bersama Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kabupaten Bireuen serta Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen menggelar Workshop Eco-Waste Organik di Balai Pengajian Desa Alue Mangki, Minggu, 2 Agustus 2026.

Kegiatan tersebut diikuti oleh ibu-ibu PKK, perangkat desa, dan masyarakat setempat. Workshop ini bertujuan meningkatkan pemahaman warga mengenai cara mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos yang bermanfaat bagi lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Bireuen, Safrizal, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan edukasi lingkungan secara langsung kepada masyarakat. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah, pemerintah desa, dan perguruan tinggi menjadi kunci dalam membangun budaya peduli lingkungan yang berkelanjutan.

Sesi materi diawali oleh Direktur Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen, Bang Tarmidzi, yang mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah sejak dari rumah. Ia menjelaskan bahwa keberadaan bank sampah di tingkat desa tidak hanya mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pembuangan, tetapi juga membuka peluang tambahan pendapatan bagi masyarakat melalui pengelolaan sampah yang bernilai jual.

Materi berikutnya disampaikan oleh Bang Amir dari Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen. Ia memaparkan teknik mengolah sampah organik rumah tangga menjadi kompos dengan cara yang sederhana dan mudah diterapkan. Menurutnya, sisa-sisa limbah dapur tidak seharusnya dipandang sebagai sampah yang harus dibuang, melainkan dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman pekarangan, lahan pertanian, hingga berpotensi menjadi peluang usaha.

Tidak hanya mendapatkan teori, para peserta juga mengikuti praktik pembuatan kompos menggunakan komposter. Antusiasme peserta terlihat selama proses pelatihan, terutama saat mencoba langsung tahapan pengolahan sampah organik menjadi pupuk.

Kegiatan ini sekaligus mendukung program Pemerintah Desa Alue Mangki, yakni "1 Rumah 1 Bibit", yang mendorong setiap keluarga menanam tanaman di pekarangan sebagai bagian dari upaya penghijauan desa.

Salah seorang peserta, Nurhayaton, mengaku memperoleh banyak pengetahuan baru dari workshop tersebut. Ia menilai materi yang disampaikan mudah dipahami dan dapat langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, pengolahan sampah organik menjadi kompos tidak hanya membantu mengurangi limbah rumah tangga, tetapi juga menyediakan pupuk alami yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung keberhasilan program "1 Rumah 1 Bibit".

Melalui kolaborasi antara Pemerintah Desa Alue Mangki, DLHK Kabupaten Bireuen, Bank Sampah Induk Kabupaten Bireuen, masyarakat, serta mahasiswa KKN UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, diharapkan kesadaran warga dalam mengelola sampah organik semakin meningkat. Langkah tersebut diharapkan mampu menciptakan lingkungan desa yang lebih bersih, hijau, sehat, dan berkelanjutan, sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan pengelolaan sampah yang memberi manfaat bagi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....