Kemenag Bireuen, PWI, dan AJI Perkuat Pemahaman Kepala Madrasah tentang Dunia Pers

  • 03 Agt 2026 18:43 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Bireuen - Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen bersinergi dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bireuen dan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Bireuen menggelar Sosialisasi Fungsi Pers dan Kode Etik Wartawan bagi kepala madrasah negeri dan swasta se-Kabupaten Bireuen di Aula Kemenag Bireuen, Senin, 3 Agustus 2026.

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman kepala madrasah mengenai fungsi pers, kode etik wartawan, serta membangun pola komunikasi yang baik dengan insan pers. Selain itu, para peserta juga dibekali pengetahuan mengenai hak dan kewajiban saat berinteraksi dengan media, sehingga mampu memahami praktik jurnalistik yang profesional serta menyikapi secara tepat pihak-pihak yang mengatasnamakan wartawan namun tidak menjalankan profesinya sesuai ketentuan.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bireuen, Dr H Zulkifli SAg MPd dalam sambutannya menegaskan bahwa pers merupakan mitra strategis dalam menyampaikan program, prestasi, dan informasi publik kepada masyarakat.

"Pers adalah mitra strategis kita. Melalui pers, berbagai program, layanan, dan prestasi madrasah bisa diketahui masyarakat. Karena itu, saya berharap Bapak dan Ibu kepala madrasah membangun komunikasi yang baik dengan insan pers dan tidak perlu takut menghadapi wartawan yang bekerja secara profesional," ujar Zulkifli.

Ia menambahkan, melalui sosialisasi tersebut para kepala madrasah akan memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai dunia jurnalistik dari organisasi profesi kewartawanan.

"Nanti Bapak dan Ibu akan mendapatkan penjelasan dari teman-teman PWI dan AJI tentang bagaimana wartawan bekerja sesuai Undang-Undang Pers dan Kode Etik Jurnalistik. Dengan memahami hal itu, saya berharap Bapak dan Ibu tidak bingung lagi ketika berhadapan dengan wartawan. Kalau mereka bekerja sesuai aturan, tidak ada yang perlu ditakutkan. Layani dengan baik dan sampaikan informasi yang benar," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Subbagian Tata Usaha, Iskandar SHI mengatakan bahwa sinergi bersama PWI dan AJI diharapkan dapat meningkatkan literasi media para kepala madrasah sekaligus memperkuat komunikasi antara madrasah dan insan pers.

"Melalui kegiatan ini kami ingin para kepala madrasah lebih memahami cara berkomunikasi dengan media. Setelah mendapatkan penjelasan dari PWI dan AJI, kami berharap Bapak dan Ibu dapat membedakan wartawan yang bekerja secara profesional dengan pihak yang mengatasnamakan wartawan. Dengan demikian, kepala madrasah semakin percaya diri dalam memberikan pelayanan informasi publik dan mempublikasikan berbagai prestasi madrasah," kata Iskandar.

Ia berharap sinergi antara Kementerian Agama, PWI, dan AJI dapat terus terjalin sehingga keterbukaan informasi publik semakin baik dan berbagai program serta prestasi madrasah dapat tersampaikan kepada masyarakat secara akurat, berimbang, dan bertanggung jawab.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....