BMKG: Bireuen Berpotensi Hujan Sore Hari dan Muara Satu Pantau Hotspot
- 03 Agt 2026 14:15 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lokseumawe - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Malikussaleh Aceh Utara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Dalam siaran info cuaca di Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Senin 3 Agustus 2026 pukul 08.00 WIB, Prakirawan BMKG Hesti Fauziah menyampaikan bahwa kondisi cuaca cerah berawan hanya berlangsung dari pagi menjelang siang hari di seluruh wilayah pelayanan. Memasuki sore hari, cuaca diprediksi berubah menjadi berawan hingga berawan tebal, bahkan khusus untuk wilayah Kabupaten Bireuen berpotensi diguyur hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
Masyarakat di wilayah Bireuen diminta untuk menghentikan aktivitas di luar ruangan saat hujan turun dan mengurangi kecepatan berkendara akibat terbatasnya jarak pandang. Sementara itu, suhu udara di wilayah pelayanan BMKG Malikussaleh berkisar antara 27 derajat Celcius pada pagi hari dan akan meningkat drastis hingga menyengat di angka 32 derajat Celcius pada siang hari dengan kelembaban maksimal mencapai 74 persen. Sebaliknya, kondisi di wilayah pesisir pantai terpantau relatif aman sama seperti hari sebelumnya, dengan tinggi gelombang laut berkisar antara 0,1 hingga 0,7 meter serta kecepatan angin berkisar 4 sampai 10 kilometer per jam di pesisir dan 6 hingga 14 kilometer per jam di wilayah 20 kilometer lepas pantai.
BMKG juga mendeteksi adanya satu titik panas (hotspot) yang terpantau di Kecamatan Muara Satu, Kota Lhokseumawe. Sehubungan dengan cuaca panas yang menyengat, warga diimbau keras untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara dibakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Imbauan khusus ditujukan bagi masyarakat Muara Satu agar benar-benar menghindari segala aktivitas yang dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Pemicu kebakaran yang harus diwaspadai di antaranya adalah pembakaran sampah secara sembarangan, penggunaan api unggun di dekat vegetasi kering, serta kelalaian dalam meninggalkan sumber api yang belum sepenuhnya padam di area terbuka.
Menutup laporannya, Hesti mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca terkini secara berkala. Informasi cuaca yang akurat dan diperbarui dapat diakses kapan saja melalui akun media sosial dan kanal resmi info BMKG. Dengan selalu memperbarui informasi, masyarakat diharapkan dapat melakukan langkah mitigasi yang tepat dan terhindar dari dampak buruk perubahan cuaca serta potensi bencana alam di lingkungan sekitar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....