Ribuan Migran Serbu Ceuta, Spanyol Perketat Penjagaan Perbatasan

  • 03 Agt 2026 15:03 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Ceuta - Ribuan migran dari Maroko kembali memasuki wilayah otonom Spanyol, Ceuta, melalui jalur laut dan darat dalam beberapa hari terakhir. Arus migrasi tersebut mendorong Pemerintah Spanyol memperketat pengamanan di perbatasan serta mengerahkan tambahan personel militer untuk mengendalikan situasi.

Berdasarkan laporan Reuters, sekitar 50.000 migran memasuki Ceuta dalam waktu kurang dari dua hari. Sebagian besar menyeberang dengan berenang menuju pantai, sementara lainnya menerobos pagar pembatas yang memisahkan Ceuta dengan Maroko. Otoritas Spanyol menyebut sekitar 48.300 orang telah kembali ke wilayah Maroko setelah dilakukan operasi pengamanan.

Presiden Pemerintahan Otonom Ceuta, Juan Jesús Vivas, menyatakan wilayahnya tengah menghadapi situasi darurat akibat lonjakan migran tersebut. Pemerintah pusat kemudian mengirim tambahan personel keamanan untuk membantu menjaga perbatasan dan memulihkan kondisi di lapangan.

Insiden itu juga menimbulkan korban jiwa. Reuters melaporkan sedikitnya 57 orang meninggal dunia, sebagian besar diduga akibat tenggelam saat mencoba menyeberang ke wilayah Spanyol.

Pemerintah Spanyol menduga gelombang migrasi dipicu oleh aktivitas jaringan penyelundup manusia yang memanfaatkan informasi menyesatkan terkait kebijakan pemulangan migran. Otoritas Spanyol bersama pemerintah Maroko kini terus meningkatkan patroli di kawasan perbatasan guna mencegah gelombang migrasi lanjutan.

Ceuta merupakan wilayah otonom Spanyol yang berada di pesisir Afrika Utara dan berbatasan langsung dengan Maroko. Bersama Melilla, kawasan tersebut menjadi salah satu pintu masuk utama migran menuju Uni Eropa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....