Tengku Fizki Zuhri Jelaskan Perbedaan antara Nikmat dan Laknat

  • 01 Agt 2026 11:35 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe— Pengurus Tastafi sekaligus Ketua Umum Forum Thalabah Kota Lhokseumawe, Tengku Fizki Zuhri, hadir sebagai narasumber dalam program Hijrah di Pro Satu RRI Lhokseumawe pada Kamis malam, 30 Juli 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Tgk Fizki memaparkan pemahaman mendalam terkait distingsi atau perbedaan maupun karakteristik mendasar antara karunia nikmat dan bentuk laknat dari Allah SWT.

Menurut Tengku Fizki Zuhri, sebagian besar masyarakat masih sering keliru dalam menafsirkan hakikat kenikmatan dan ujian dalam kehidupan sehari-hari. Banyak orang menganggap bahwa kemewahan materi, kelimpahan harta, serta tingginya posisi jabatan selalu menandakan kasih sayang Tuhan, sementara musibah atau kesulitan ekonomi serta-merta dinilai sebagai bentuk kemurkaan-Nya.

"Banyak di antara kita yang salah dalam menafsirkan dua kata sederhana ini, sehingga berdampak pada cara kita menyikapinya. Apa yang kita miliki dan rasakan saat ini belum tentu sebuah nikmat, begitu pula keterbatasan yang dialami seseorang belum tentu merupakan laknat," ujar Tengku Fizki Zuhri.

Beliau kemudian menjelaskan fenomena istidraj, yaitu kondisi ketika seseorang bergelimang harta dan kemudahan duniawi meski terus menerus melakukan kemaksiatan dan melalaikan ibadah. Keadaan melimpah tersebut bukanlah bentuk kasih sayang, melainkan sebuah jebakan kenikmatan yang pada akhirnya dapat ditarik sewaktu-waktu dan berujung pada penyesalan.

"Tolak ukur suatu nikmat itu bukan dilihat dari materi duniawinya, melainkan bagaimana cara kita menyikapi semua itu. Apakah karunia tersebut membawa kita semakin dekat kepada Allah atau justru membuat kita semakin jauh dari-Nya," tutur Tengku Fizki Zuhri.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa musibah atau kesulitan hidup yang dialami oleh orang-orang bertakwa tidak sepatutnya dipandang negatif. Apabila dihadapi dengan penuh kesabaran, cobaan tersebut justru menjadi sarana penghapus dosa serta peningkat derajat kehambaan di hadapan Allah SWT.

Sebagai penutup, Tengku Fizki Zuhri mengajak seluruh masyarakat untuk senantiasa bermuhasabah dan bijak dalam menyikapi segala bentuk takdir kehidupan. Melalui pemahaman yang lurus, umat diharapkan tidak mudah tertipu oleh gemerlap kenikmatan duniawi yang semu serta selalu menjaga ketakwaan dalam setiap kondisi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....