BMKG Sudah Ingatkan, Kebakaran Lahan Masih Berulang di Lhokseumawe

  • 27 Jul 2026 11:59 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kebakaran lahan masih terus berulang di Kota Lhokseumawe dalam beberapa pekan terakhir. Sedikitnya tiga peristiwa kebakaran tercatat terjadi di sejumlah lokasi berbeda, meski Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah berulang kali mengimbau masyarakat agar tidak membakar sampah maupun membuka lahan dengan cara membakar di tengah cuaca panas dan minimnya curah hujan.

Peristiwa pertama terjadi pada 19 Juli 2026 di Desa Blang Poroh, Kecamatan Muara Dua. Sekitar satu hektare lahan terbakar dan berhasil dipadamkan petugas tanpa menimbulkan korban jiwa.

Selang beberapa hari, tepatnya 22 Juli 2026, kebakaran kembali terjadi di Gampong Alue Lim, Kecamatan Blang Mangat. Api menghanguskan sekitar 700 meter persegi lahan. Dugaan sementara, kebakaran dipicu aktivitas pembakaran lahan, meski penyebab pastinya masih dalam penyelidikan aparat berwenang.

Kebakaran kembali terulang pada 26 Juli 2026 di kawasan BTN, Desa Cot Girek Kandang, Kecamatan Muara Dua atau yang dikenal masyarakat sebagai kawasan BTN Blang Raya. Api membakar lahan dan memicu respons cepat petugas pemadam kebakaran yang mengerahkan tiga unit armada serta satu unit kendaraan TRC BPBD. Setelah hampir dua jam, api akhirnya berhasil dikendalikan dan tidak menimbulkan korban jiwa maupun kerugian material.

Kejadian tersebut terjadi di tengah sudah berulang ulangnya peringatan BMKG Stasiun Meteorologi Malikussaleh yang menyebut kondisi cuaca panas, minim hujan, serta munculnya sejumlah titik panas (hotspot) di Aceh meningkatkan potensi kebakaran hutan dan lahan. seperti yang disampaikan pada perikaraan cuaca melalui rri lhokseumawe.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membakar sampah sembarangan karena api sangat mudah menyebar saat musim kemarau. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan dan segera melaporkan apabila menemukan titik api agar dapat ditangani sebelum meluas.

Selain BMKG, BPBA dan aparat kepolisian juga telah mengingatkan masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara membakar. Edukasi dan sosialisasi terus dilakukan mengingat kondisi cuaca kering membuat vegetasi mudah terbakar dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih besar.

Berulangnya kejadian kebakaran dalam waktu yang berdekatan menjadi pengingat bahwa upaya pencegahan tidak cukup hanya melalui imbauan. Diperlukan kepatuhan masyarakat untuk menghentikan praktik pembakaran terbuka, baik saat membersihkan sampah maupun membuka lahan, agar risiko kebakaran yang mengancam lingkungan, kesehatan, dan keselamatan warga dapat diminimalkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....