Panwaslih Lhokseumawe Latih Penulisan Siaran Pers Berstandar Media Mainstream

  • 23 Jul 2026 22:05 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kota Lhokseumawe menggelar Pelatihan Penulisan Siaran Pers Standar Media Mainstream secara daring melalui Zoom Meeting, Kamis 23 Juli 2026.

Kegiatan bertema "Hubungan Media dan Penulisan Siaran Pers Standar Media Mainstream dalam Rangka Penguatan Pengawasan Pemilu" itu diikuti Anggota Panwaslih kabupaten/kota se-Aceh yang membidangi Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas, serta jajaran Panwaslih Kota Lhokseumawe.

Pelatihan ini juga diikuti peserta dari Bawaslu kabupaten/kota di luar Provinsi Aceh. Ketua Panwaslih Kota Lhokseumawe, Dedy Syahputra, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari program kerja internal bidang kehumasan yang telah dirancang sejak awal tahun.

Ia mengapresiasi dukungan Panwaslih Provinsi Aceh sehingga kegiatan dapat dilaksanakan dengan cakupan peserta yang lebih luas. "Kegiatan ini merupakan bagian dari rencana kerja internal Panwaslih Kota Lhokseumawe. Kami berterima kasih kepada Panwaslih Provinsi Aceh yang mendorong sehingga pelatihan ini dapat diikuti peserta dari berbagai daerah," ujar Dedy.

Anggota Panwaslih Provinsi Aceh, Maitanur, berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas publikasi lembaga melalui media massa maupun kanal informasi resmi Panwaslih. Menurutnya, siaran pers yang disusun sesuai standar media arus utama akan memperkuat penyebarluasan informasi mengenai kinerja pengawasan pemilu kepada masyarakat.

Pada sesi pertama, materi disampaikan oleh Zainal Bakri, S.Sos., M.Kom.I dengan tema Memperkuat Hubungan Strategis dengan Media;Panduan bagi Penyelenggara Pemilu.

Berbekal pengalaman sebagai mantan wartawan dan pengawas pemilu sebelum menjadi Anggota KIP Kota Lhokseumawe, Zainal memaparkan pentingnya membangun hubungan yang sehat antara penyelenggara pemilu dan media massa.

"Penyelenggara pemilu tidak bisa berdiri sendiri. Media adalah mitra strategis, bukan lawan bicara. Hubungan strategis dengan media bukanlah beban, melainkan kebutuhan mutlak," katanya.

Materi kedua disampaikan Anggota Panwaslih Kota Lhokseumawe, Ayi Jufridar, yang membidangi Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas. Ia mengulas karakteristik media massa dan media daring, nilai berita, hingga teknik menyusun siaran pers yang sesuai standar jurnalistik.

Ayi menekankan pentingnya memilih sudut pandang berita yang menarik, menyusun judul yang kuat, serta melengkapi unsur berita, narasumber, lokasi, dan dokumentasi foto yang memenuhi kaidah jurnalistik.

Menurut Ayi, siaran pers yang hanya berisi informasi normatif dan klise cenderung kurang diminati media. Sebaliknya, penyajian informasi yang aktual, memiliki nilai berita, dan ditulis dengan pendekatan jurnalistik akan lebih berpeluang dipublikasikan. "Jika ingin siaran pers diterima media massa, tulislah dengan cara berpikir dan bekerja seperti seorang jurnalis," tegasnya.

Pelatihan ditutup oleh Anggota Panwaslih Kota Lhokseumawe, Yuli Asbar. Ia mendorong seluruh jajaran Panwaslih untuk terus meningkatkan kompetensi di bidang kehumasan melalui penyusunan siaran pers yang memenuhi standar media arus utama.

Selain untuk kebutuhan publikasi, kemampuan menulis yang baik juga dinilai penting dalam penyusunan berbagai dokumen pengawasan pemilu, termasuk Form A dan dokumen administratif lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....