Ustadz Saiful Azhar: Niat Menjadi Kunci Utama dalam Menuntut Ilmu
- 23 Jul 2026 17:53 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, di balik pentingnya menimba ilmu, niat menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Ilmu yang dipelajari hendaknya diniatkan sebagai bekal menuju ridha Allah SWT, bukan semata-mata untuk mengejar kepentingan dunia.
Hal tersebut disampaikan Ustadz Saiful Azhar dalam siaran Tausiah Sore di Pro1 RRI Lhokseumawe pada Rabu, 22 Juli 2026. Menurutnya, ilmu memiliki peran penting dalam membentuk cara berpikir seseorang sehingga mampu membedakan antara yang benar dan yang salah, sekaligus menjadi fondasi bagi kemajuan individu maupun masyarakat.
Ustadz Saiful Azhar mengingatkan bahwa orientasi seseorang saat menuntut ilmu akan menentukan keberkahan yang diperoleh. Ia mengutip hadist Rasulullah SAW yang diriwayatkan Ibnu Majah:
"Barang siapa yang menjadikan cita-citanya untuk menggapai akhirat, maka Allah akan mencukupkan baginya urusan dunianya. Dan barang siapa yang cita-citanya hanya untuk mencari dunia, maka Allah tidak peduli di lembah mana dia akan binasa."
| Baca juga: Bahaya Salah Niat dalam Menuntut Ilmu |
Menurutnya, hadist tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu yang dicari dengan niat ikhlas karena Allah SWT akan membawa keberkahan, ketenangan hati, serta kemudahan dalam menjalani kehidupan. Sebaliknya, apabila ilmu hanya dijadikan sarana untuk mengejar harta, jabatan, atau popularitas tanpa mengharap ridha Allah, maka ilmu tersebut berpotensi kehilangan nilai dan manfaatnya.
Selain membahas pentingnya niat, Ustadz Saiful Azhar juga mengajak untuk memberikan perhatian serius terhadap pendidikan agama anak sejak usia dini. Ia menilai kecerdasan akademik perlu diimbangi dengan pembentukan karakter dan akhlak melalui pembiasaan ibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur'an, serta keteladanan yang diberikan orang tua dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir tausiah, Ustadz Saiful Azhar mengimbau agar tidak pernah merasa terlambat untuk belajar agama. Menurutnya, menuntut ilmu adalah proses yang berlangsung sepanjang hayat, sehingga menghadiri majelis taklim dan terus memperdalam ilmu agama merupakan ikhtiar yang dapat dilakukan pada usia berapa pun.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....