Sukma Bangsa Gelar Seminar Pendidikan Damai Kelola Konflik Sekolah
- 21 Jul 2026 08:54 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe menggelar seminar bertajuk "Membangun Budaya Damai melalui Pendidikan Damai dan Pengelolaan Konflik di Sekolah," sebagai bagian dari rangkaian peringatan 20 Tahun Sukma Bangsa, pada Senin, 20 Juli 2026.
Kegiatan yang berlangsung berlangsung di Ruang Meeting Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe itu diikuti sekitar 50 peserta dan melibatkan guru Bimbingan dan Konseling, Kepala Sekolah, Dosen, serta Mahasiswa dari Universitas Malikussaleh dan UIN Sultanah Nahrasiyah Lhokseumawe.
Seminar dibuka oleh Penasihat Yayasan Sukma, Khoiruddin Bashori. Dalam sambutannya, Khoiruddin menegaskan bahwa konflik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehingga tidak dapat dihindari. Menurutnya, setiap konflik harus diselesaikan dengan mengedepankan prinsip win-win solution agar mampu melahirkan perdamaian yang berkelanjutan.
"Konflik adalah hal yang lumrah terjadi. Yang terpenting adalah bagaimana menyelesaikannya dengan solusi yang menguntungkan semua pihak sehingga tercipta perdamaian," ujarnya.
Materi pertama acara tersebut disampaikan oleh Senior Master Teacher Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Sukma Bangsa Bireuen, Hijriati Meutia. Ia mengulas konsep dasar kekerasan sekaligus memaparkan data kasus kekerasan di Indonesia.
Melalui diskusi interaktif menggunakan ilustrasi berbagai bentuk kekerasan, peserta diajak memahami bahwa kekerasan tidak hanya berbentuk tindakan fisik, tetapi juga dapat berupa pengabaian, pengucilan, maupun perlakuan yang tidak disadari yang berdampak buruk bagi korban.
Selanjutnya, Senior Master Teacher Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Sukma Bangsa Lhokseumawe, Dewi Puspita Sari, menyoroti pentingnya pendidikan damai di lingkungan sekolah.
Ia menyebut banyak guru belum pernah mendapatkan pembelajaran khusus mengenai pendidikan damai, padahal mereka setiap hari menghadapi dinamika kehidupan peserta didik.
"Ada banyak fenomena yang tidak terlihat oleh orang dewasa di sekolah tentang beragam persoalan yang dialami siswa. Kondisi ini layaknya fenomena gunung es," kata Dewi.
Seminar juga menghadirkan para focal point Kelas Manajemen Konflik Berbasis Sekolah (MKBS). Ikhwani, fasilitator MKBS jenjang SMA, menjelaskan bahwa konflik di sekolah terus berkembang sehingga materi pembelajaran selalu disesuaikan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan siswa.
Salah satu kasus yang sering diangkat ialah kebiasaan mengejek nama teman maupun orang tua, kemudian dibahas bersama melalui metode studi kasus untuk mencari penyelesaian yang tepat.
Sementara itu, perwakilan jenjang SD, Siti Rahmi, membagikan pengalaman menerapkan MKBS dengan membangun ruang dialog di kelas serta memperkuat kolaborasi bersama orang tua. Menurutnya, pendekatan tersebut mampu memberikan perubahan positif terhadap perkembangan karakter siswa.
Rahmi menceritakan bahwa Anak-anak seperti mendapat siraman rohani yang terlihat dari perubahan mereka setelah terlibat dalam ruang dialog kelas MKBS. Kelas MKBS diharapkan dapat terus dilaksanakan secara konsisten di sekolah.
Direktur Program Advokasi dan Pemberdayaan Masyarakat Sekolah Sukma Bangsa, Dody Wibowo, menambahkan bahwa implementasi MKBS di berbagai Sekolah Sukma Bangsa seperti di Lhokseumawe, Bireun, Pidie dan Sigli, membutuhkan proses sekitar tiga tahun untuk membangun pemahaman seluruh warga sekolah. Menurutnya, Kepala sekolah memiliki ruang untuk menyusun skema yang sesuai dengan kondisi sekolah masing-masing.
Menutup seminar, Khoiruddin Bashori mengajak seluruh peserta menjadikan pendidikan damai sebagai budaya yang diterapkan secara konsisten di lingkungan sekolah. "Jika hati sudah dipenuhi dengan cinta, maka tidak ada ruang untuk kekerasan," tuturnya.
Sebagai bentuk komitmen, peserta mengisi lembar refleksi mengenai praktik baik yang akan diterapkan di sekolah masing-masing agar semangat pendidikan damai terus berlanjut dan melahirkan lebih banyak agen perdamaian di masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....